Cerita Pendonor ASI Sherly Lembono, Bermula dari Anak Susah Menyusu Langsung

Pendonor ASI Sherly Lembono/Foto: Doc. Pribadi

profil

Cerita Pendonor ASI Sherly Lembono, Bermula dari Anak Susah Menyusu Langsung

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:45 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - ASI atau air susu ibu merupakan gizi utama bayi terutama di kehidupan enam bulan pertamanya. Namun, tidak semua ibu dapat mengeluarkan asinya dan membutuhkan donor ASI. Seperti yang dilakukan Influencer Sherly Lembono, ia ibu muda yang mendonorkan ASI ke beberapa panti asuhan di Surabaya.

Kegiatan mendonorkan ASI ini bermula ketika jason lahir memiliki lidah pendek dan sulit untuk menyusu secara direct breastfeeding (BDF). Sehingga ia memompa asinya sehari 12 kali setiap 2 jam. “Asinya ditaruh di kulkas trus jadi penuh. Kalau dibuang sayang tapi diminum semua ya nggak bisa. Terus coba cari-cari info akhirnya donor asi ke panti,” ujarnya dalam tayangan Cerita Cantika bertajuk Berbagi Asi di Instagram @cantikadotcom, Jumat 15 Oktober 2021.

Ibu dari balita Jason Miles Gamafu ini mendonorkan ASI-nya ke panti asuhan biasanya mengirim setiap sebulan sekali sebanyak 400 kantong. Ia mengatakan tempat panti biasa untuk menyumbangkan ASI tidak ada aturan syarat yang mendetil. Kini ia lebih sering berbagi kepada orang pribadi seperi keluarga kerabat terkedat atau orang asing yang membutuhkan ASI melalui Instagram atau WhatsApp.

Ia pun sudah pernah berkonsultasi kepada doker tentang kesehariannya menadi pendonor ASI. Dokter mengatakan bawah donor ASI baik dilakukan apabila tidak ada riwayat penyakit bawaan serta menyarankan lebih baik berada di kulkas khusus karena bisa tahan sampai satu tahun. Sedangkan di kulkas biasa paling lama tahan sampai tiga bulan. “Kalau misalnya ditaruh di kulkas biasa baiknya dipisah sama makanan agar baunya tidak terkontaminasi,” kata Sherly Lembono.

Lebih lanjut ia menuturkan, ASI bisa tahan di luar ruangan maksimal empat jam supaya tidak meleleh sehingga ASI menjadi rusak. Ketika ASI tersebut akan diberikan kepada bayi, hendaknya dicoba dulu sudah basi atau belum. ASI akan berubah teskturnya apabila sudah basi atau rusak. ASI akan mengeluarkan aroma kecut seperti muntahan bayi. ASI beku lalu dipanaskan agar cair rasanya pun berbeda dengan ASI fresh, tetapi ASI tersebut tidak rusak.

Kalau ASI ingin keluar lebih banyak, lakukan power pumping dan baiknya dilakukan ketika dini hari. 10 menit pumping lalu berhenti istirahat kemudian lanjut lagi pumping. Power pumping ini bisa dilakukan 30-60 menit. Selain itu dukungan dan peran suami juga sangat penting.

Sampai saat ini ia hanya menerima orang yang membutuhkan donor ASI untuk wilayah Surabaya. Beberapa kali ia mengaku pernah dari luar kota ada yang membutuhkan asinya, namun ia tidak berani kirim dikarenakan takut ASI menjadi rusak sebab waktu tempuh perjalanan yang jauh dan memakan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, Sherly kerap kali memberikan motivasi dan tips agar asinya bisa melimpah. Hal tersebut terbukti dan sukses karena dilakukan oleh ibu-ibu di luar sana.

Baca: Zaskia Sungkar Belajar Cara Menyimpan ASI dari Adiknya, Shireen Sungkar

ANDINI SABRINA