Cerita Angkie Yudistia Kawal Vaksin Disabilitas, Bikin Terharu dan Menantang

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Staf khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia. ANTARA/Wahyu Putro A

Staf khusus Presiden Joko Widodo, Angkie Yudistia. ANTARA/Wahyu Putro A

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Merujuk Surat Edaran Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/598/2021 Tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Lanjut Usia, Penyandang Disabilitas, Serta Pendidik, dan Tenaga Pendidikan. Semuanya dapat dilayani di seluruh fasilitas kesehatan maupun sentra vaksinasi manapun dan tidak terbatas pada alamat domisili KTP.

Pemerintah sudah menyiapkan program tanggap vaksin Covid-19 inklusif khusus penyandang disabilitas. Mengingat akses informasi membuat penyandang disabilitas perlu mendapat sistem vaksinasi yang nyaman dan mudah. Jenis ragam disabilitas tertentu membutuhkan pendampingan ataupun interaksi dengan orang lain, yang juga rentan terinfeksi Covid-19.

Dalam mengawal keberlangsungan vaksin untuk disabilitas, pemerintah dibantu oleh Staf Khusus Presiden bidang sosial, Angkie Yudistia. Selama prosesnya, perempuan kelahiran 5 Maret 1987 ini membagikan kesannya melalui laman instagram pribadinya.

Menurut dia, sudah banyak cerita dari program disabilitas bisa vaksin di enam daerah hingga beberapa waktu ke depan. "Jangan bosan ya untuk bercerita tentang perjuangan nakes, pemerintah, community, crews, dan banyak pihak saling bergotong royong untuk mencapai herd immunity kelompok rentan. We are @stafkhususpresiden.ay grateful that this progress continues to be assisted and supported," tulisnya, Selasa 10 Agustus 2020.

Penulis buku Perempuan Tunarungu Menembus Batas ini juga membagikan video update vaksinasi. Diakuinya, ia selalu terharu semenjak bertugas dan bisa merasakan tantangan setiap program nasional yang berjalan serta diikuti oleh masing-masing daerah.

"Doaku, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dalam setiap langkah kita. Jangan menyerah, please. Kita sama-sama saling gotong royong ya," tulis ibu dua anak ini. 

Video pertama dikirim oleh Dinkes Jawa Tengah, beliau bercerita tentang perjuangan tenaga kesehatan yang bertugas untuk vaksinasi dari rumah ke rumah untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa yang termasuk kelompok rentan. Menurutnya, perjuangan tenaga medis jadi perjuangan kita bersama. Kita saling bergotong royong agar vaksinasi berjalan dengan lancar.

Video kedua dari Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri yang terus bergerak melawan covid-19 dengan menandai mengibarkan bendera merah putih dalam rangka mensukseskan vaksin disabilitas.

"Video kiriman ini membuat saya jatuh hati sebagai warga negara Indonesia yang ditengah banyaknya keterbatasan tapi berusaha bangkit Selamat melaksanakan vaksinasi dari Bapak Presiden @jokowi untuk Penyandang Disabilitas Kediri," tulis Angkie.

Video ketiga, cerita dari Madiun Jawa Timur. Vaksin khusus sinoparhm ini dari Bapak Presiden untuk teman disabilitas, yang sebenernya adalah vaksin hibah dari Raja Uni Emirate Arab. Supaya percepatan vaksinasi untuk kelompok rentan lancar, pihaknuya saling koordinasi, kerjasama, kolaborasi dengan banyak pihak.

Enam provinsi tidak mudah, tapi ketika vaksin tersebut sudah disuntik kepada teman disabilitas, harapan baru kian muncul. Hal ini membentuk lingkungan inklusi, di lingkungan yang jarang terlihat teman disabilitas. Teman disabilitas pun ada bagian dari lingkungan kita.

Baca: Curhat Angkie Yudistia sebagai Ibu Berkebutuhan Khusus

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."