Dokter Anjurkan Dosis Vitamin D Minimal 5000 IU untuk Pasien Covid-19

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

Ilustrasi suplemen/vitamin. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Vitamin D salah satu vitamin yang dianjurkan untuk pasien Covid-19. Lantas, berapakah dosis vitamin yang tepat saat tubuh sedang terinfeksi virus?

"Vitamin D untuk mengurangi inflamasi atau peradangan dan pakai yang minimal 5.000 IU. Ada dokter yang merekomendasikan 10.000 IU tapi harus dalam pengawasan dokter," ucap Ketua Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia dan penyintas Covid-19, dr. Meta Melvina.

Vitamin D bisa diperoleh dengan berjemur matahari pagi. Umumnya, masyarakat mengetahui vitamin D bisa menjaga sistem kekebalan tubuh dan juga baik bagi tulang serta gigi.

Selain itu, vitamin D juga berfungsi mencegah flu. Hal ini tertuang dalam sebuah penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition, yang menyebutkan 167 siswa sekolah dasar diteliti apakah ada kaitan kekurangan vitamin D dan serangan flu. Hasilnya, anak yang mengonsumsi vitamin D yang cukup lebih terlindungi dari virus.

Tak hanya itu, vitamin D juga bertanggung jawab atas sedikitnya 2.000 gen dalam tubuh sehingga kecukupan vitamin D membantu fungsi DNA yang lebih baik dan melindunginya dari kerusakan.

Dokter Meta juga memaparkan saat terinfeksi virus, maka tubuh membutuhkan vitamin B, C, D dan seng. Selain itu, biasanya dokter juga meresepkan antibiotik untuk mencegah peradangan yang disebabkan oleh virus.

Ia menjelaskan pada saat pandemi, obat antivirus Covid-19 sangat sulit dicari. Bila ada pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri tidak mendapatkan antivirus, maka bisa minum imboost dan sejumlah vitamin di atas, termasuk vitamin D.

Baca juga: Ahli Ungkap Kaitan Berjemur, Vitamin D, dan Akibat Fatal Covid-19

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."