Sebelum Vaksin Covid-19, Hindari Makanan Berminyak dan Minuman Gula Tinggi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi makanan berminyak. Unsplash/Joshua Hoehne

Ilustrasi makanan berminyak. Unsplash/Joshua Hoehne

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Setelah vaksin Covid-19, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat atau CDC menyarankan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi untuk mendukung pemulihan yang cepat. Contohnya sup ayam, sup kaldu tulang hingga sup minestrone. Lalu, bagaimana dengan makanan yang dianjurkan sebelum vaksin Covid-19?

Menurut dokter spesialis gizi klinik Cindiwaty Josito Pudjiadi, MARS, MS, SpGK, masyarakat sebaiknya menyantap makanan bergizi, termasuk sebelum mendapat suntikan vaksin COVID-19. Tubuh membutuhkan asupan protein dan lemak sehat, juga vitamin dan mineral. Tapi ada makanan yang harus dihindari. Apa itu?

"Hindari atau batasi makanan yang digoreng-goreng atau makanan yang mengandung lemak jenuh," kata Cindi dalam bincang virtual Kupas Tuntas Persiapan Menuju Era Post COVID, Selasa, 9 Maret 2021.

Berdasarkan sejumlah penelitian, makanan seperti itu bisa menurunkan daya tahan tubuh dan bersifat lebih inflamasi. Ia juga menyarankan untuk mengurangi asupan makanan atau minuman yang punya kadar gula tinggi.

Ilustrasi donat (Pixabay.com)

Makanan tinggi gula mengakibatkan ketidakseimbangan nutrisi karena Anda akan lebih banyak memilih makanan yang tinggi glukosa dibandingkan makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein dan serat. Selain itu, mengonsumsi gula berlebih juga dapat menekan sistem imunitas atau kekebalan tubuh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah memberikan batasan konsumsi gula yang disarankan per orang per hari adalah tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan).

Konsumsi minyak maupun makanan sumber lemak secara berlebih dapat pula menekan sistem imunitas dan mengurangi kemampuan sel darah putih dalam menghancurkan bibit penyakit. 

Mengonsumsi makanan sumber lemak berlebih bahkan dapat menimbulkan risiko berbagai penyakit berbahaya, karena sel lemak yang berlebih dapat memicu pelepasan zat kimia yang berakibat pada peradangan kronis dan akhirnya merusak jaringan-jaringan sehat.

Batas konsumsi lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan RI adalah hanya 67 gram (5 sendok makan minyak) per orang per hari.

Ia mengatakan, asupan gizi dan nutrisi untuk tubuh haruslah seimbang, apalagi setiap orang harus menjaga imunitas tubuh di tengah pandemi.

Jadi, jangan lupa hindari atau batasi konsumsi makanan berminyak dan makanan atau hidangan berkadar gula tinggi sebelum vaksin Covid-19.

Baca juga:

CDC Anjurkan Minum Teh Hijau usai Disuntik Vaksin Covid-19

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."