3 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pasien COVID-19

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi makanan manis seperti cupcakes. Unsplash.com/Viktor Forgacs

Ilustrasi makanan manis seperti cupcakes. Unsplash.com/Viktor Forgacs

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Selain olahraga dan tidur cukup, asupan bergizi turut membantu kesembuhan pasien COVID-19. Idealnya, seperti halnya penyakit lain, waktu pemulihan adalah ketika orang harus mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian yang sehat, dan bahan-bahan makanan lain yang meningkatkan kekebalan.

Dilansir dari Times of India, makanan kaya antioksidan harus dimasukkan ke dalam daftar yang harus dikonsumsi, selain makanan dengan protein tinggi untuk pemulihan lebih cepat. Selain memperhatikan makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi, hindari pula menyantap makanan yang dapat memperburuk kondisi kekebalan tubuh atau imunitas dan memicu peradangan. Apa saja contohnya?

Berikut sejumlah makanan yang harus dihindari pasien COVID-19 mengutip laman thegourmetjournal

1. Mengandung banyak garam

Peradangan dapat menjadi faktor risiko dalam hal keparahan virus dan konsumsi garam yang berlebihan dapat memperburuk peradangan pembuluh darah. World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan kita mengonsumsi kurang dari 5 gram garam setiap hari, yang dapat dicapai dengan menyiapkan dan mengonsumsi makanan segar.

2. Tinggi gula

Meminimalkan konsumsi gula juga dapat membantu mengurangi peradangan. Seringkali makanan yang terbuat dari gula sederhana hanya menawarkan kalori kosong. Artinya makanan tersebut tidak memberikan nilai gizi apa pun.

Selain itu, American Journal of Clinical Nutrition menyatakan gula olahan dapat meningkatkan sekresi sitokin yang pada gilirannya menyebabkan peradangan. Jika ingin makan sesuatu yang manis, kita harus mencoba dan beralih ke buah daripada makanan olahan dengan kadar gula rafinasi yang tinggi.

Baca juga: Panduan Merawat Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah

3. Tinggi lemak

Lemak, khususnya yang jenuh, merupakan elemen lain yang dapat meningkatkan peradangan, mengingat lemak jenuh menyebabkan peradangan pada jaringan lemak. Oleh karena itu, konsumsi lemak jenuh tidak boleh melebihi 10 persen dari asupan kalori harian.

Alih-alih mengonsumsi lemak jenuh, yang ditemukan dalam keju dan daging merah, konsumsi lemak harus didasarkan pada lemak yang lebih sehat, seperti telur, ikan berlemak, kacang-kacangan, dan alpukat.

Masih belum ada rekomendasi resmi terkait merancang pola makan untuk melindungi dari COVID-19. Namun, kita dapat mengikuti pedoman ini untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."