Sederet Manfaat Minum Air Tebu, Tak Hanya untuk Mengeluarkan Racun dari Tubuh

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi air tebu (Pixabay.com)

Ilustrasi air tebu (Pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tak hanya menyegarkan, air tebu juga mempunyai sederet manfaat untuk tubuh. Pengobatan tradisional India, Ayurveda, sudah sejak lama memanfaatkan air tebu untuk pengobatan penyakit liver, ginjal, dan lainnya.

Dengan rasanya manis, air tebu yang belum diproses merupakan sumber antioksida fenolik dan flavonoid yang baik. Karena tidak diproses seperti kebanyakan minuman manis, air tebu masih kaya akan vitamin dan mineral, termasuk elektrolit seperti kalium.  

Dalam satu cangkir atau sekitar 240 mililiter, air tebu mengandung kalori 183, gula 50 gram, dan serat antara 0-13 gram. 

Ahli gizi selebriti yang terkenal di India, Rujuta Diwekar, mengatakan air tebu dapat dimanfaatkan untuk detoksifikasi. Ia merekomendasikan minum air tebu setidaknya tiga kali seminggu. 

Selain mengeluarkan racun dari tubuh, air tebu mengatur respons panas dalam tubuh dan memberikan efek pendinginan. Menurut Rujuta, air tebu juga membantu membersihkan usus, meningkatkan metabolisme, dan akhirnya menurunkan berat badan.

Selain itu, air tebu berfungsi seperti diuretik, meredakan kembung, dan membantu ginjal berfungsi lebih baik. Minuman ini juga digunakan sebagai pengobatan untuk penyakit kuning karena mengandung elektrolit dan membantu fungsi hati dengan baik.

Untuk kulit, air tebu mengandung asam alfa hidroksi yang berfungsi mencegah jerawat dan membuat kulit lebih kenyal.

Bagi wanita, air tebu disebut dapat mengatasi pendarahan hebat yang biasanya terjadi pada hari kedua haid.  

Manfaat air tebu lebih optimal ketika baru diperas. Selain lebih segar, gizinya juga lebih baik dibandingkan yang dijual dalam kemasan.

Baca juga: 5 Benda di Rumah Anda yang Mengandung Racun

MILA NOVITA | TIMES OF INDIA | HEALTHLINE 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."