5 Minuman Ini Efektif Mengecilkan Perut, Ada Teh Hijau dan Kopi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi teh hijau. TEMPO/Charisma Adristy

Ilustrasi teh hijau. TEMPO/Charisma Adristy

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Mengecilkan perut salah satu tantangan tersendiri untuk mencapai berat badan ideal. Dibutuhkan komitmen untuk rutin berolahraga dan pilihan asupan bergizi, seperti minuman. Bicara soal minuman, ada sejumlah jenis yang diklaim efektif membantu mengecilkan perut. Apa saja itu?

Ragam jenis minuman untuk mengecilkan perut

1. Air putih

Mengonsumsi air putih bisa membuat seseorang merasa kenyang lebih lama saat jeda antara waktu makan, sekaligus menambah kalori yang terbakar.

Dalam sebuah studi terhadap 48 orang dewasa dengan berat badan berlebih, mereka yang mengonsumsi 500 ml air putih sebelum makan dan membatasi asupan kalori, berhasil menurunkan 44% berat badan dalam periode 12 pekan.

Tak hanya itu, minum air putih juga meningkatkan kalori yang dibakar saat sedang beristirahat sekali pun.

2. Teh hijau

Dari 14 penelitian, orang yang mengonsumsi teh hijau berkonsentrasi tinggi selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan 0,2-3,5 kg dibandingkan dengan yang sama sekali tidak mengonsumsinya.

Ini terkait dengan kandungan catechin, jenis antioksidan yang mempercepat proses pembakaran lemak serta mengoptimalkan proses metabolisme. Tak hanya itu, teh hijau juga mengandung kafein yang dapat meningkatkan energi jika sedang beraktivitas fisik.

3. Teh hitam

Teh hitam tercipta lewat proses oksidasi yang lebih lama, itu sebabnya warna dan rasanya lebih kuat. Di dalamnya, terdapat flavonoid, jenis antioksidan yang dapat membantu menurunkan berat badan. Dalam penelitian, kandungan polifenol dalam teh hitam dapat menurunkan konsumsi kalori seseorang, memecah lemak lebih optimal, termasuk memberikan stimulus terhadap pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan.

Penelitian lain terhadap 2.734 perempuan, diketahui mereka yang mengonsumsi teh hitam secara rutin memiliki lemak tubuh lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak. Penumpukan lemak di perut pun jauh lebih sedikit.

Selain beberapa minuman untuk mengecilkan perut di atas, jus sayuran serta minuman dengan protein tinggi juga bisa membantu mencapai berat badan ideal. Kandungan dalam teh hijau, kopi, atau teh jahe dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama.

4. Cuka apel

Dalam cuka apel, terdapat asam asetat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Caranya adalah dengan menurunkan kadar insulin, mengoptimalkan metabolisme, membakar lemak, hingga menekan nafsu makan.

Dalam suatu studi terhadap 144 orang dewasa obesitas, mengonsumsi 2 sendok makan (30 ml) cuka apel setiap harinya berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Tak hanya itu, lingkar pinggang dan lemak di perut juga ikut menurun. Namun, jangan lupa berkumur setelah minum cuka apel karena minuman asam seperti ini dapat berdampak pada gigi.

5. Kopi

Kafein dalam kopi bisa bertindak sebagai stimulan dan membantu turunnya berat badan. Di saat bersamaan, kopi juga dapat memaksimalkan proses metabolisme tubuh. Dalam sebuah studi terhadap 33 orang dewasa dengan kelebihan berat badan, mereka yang mengonsumsi 6 mg kafein per kilogram berat badannya ternyata mengonsumsi kalori lebih sedikit ketimbang mereka yang mengonsumsi kafein lebih sedikit atau tidak sama sekali.

Bahkan dalam jangka panjang, pecinta kopi lebih bisa menjaga kestabilan berat badannya setelah turun. Dalam sebuah studi terhadap 2.600 partisipan yang berhasil menurunkan berat badan, mereka lebih banyak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi.

Selain beberapa minuman untuk mengecilkan perut di atas, jus sayuran serta minuman dengan protein tinggi juga bisa membantu mencapai berat badan ideal. Kandungan dalam teh hijau, kopi, atau teh jahe dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."