Happy Salma Cerita Perjuangan Menyusui: Minta Waktu Menyusui saat Pementasan

Happy Salma bersama suami Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa dan kedua anak mereka, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa. Instagram.com/@happysalma

keluarga

Happy Salma Cerita Perjuangan Menyusui: Minta Waktu Menyusui saat Pementasan

Selasa, 11 Agustus 2020 11:20 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Happy Salma menceritakan perjuangannya menyusui kedua anaknya, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa (5 tahun) dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa, yang hampir berusia 2 tahun. Aktris berusia 40 tahun itu termasuk ibu yang gigih dalam memberi Air Susu Ibu atau ASI. Ia bahkan membawa anak-anaknya ke lokasi kerja agar tetap bisa menyusui. 

Saat menyusui anak pertamanya, Kina, ia terlibat dalam sebuah proyek teater Perempuan Dangdut. Proyek itu sudah direncanakan jauh sebelum dia melahirkan sehingga mau tidak mau dia harus ikut.

“Jadi bayi saya selalu ikut dan saya juga obsessed namanya anak pertama,” ujarnya dalam bincang-bincang di Instagram Live bersama dokter spesialis anak Partiwi atau dr Tiwi pada Ahad, 9 Agustus 2020.

Ia juga mengajukan syarat kepada sutradara agar diberi jeda waktu untuk menyusui anaknya. Saat itu Kina memang hanya mau menyusui secara langsung, tak mau ASI perah yang diberikan dalam botol.

“Pokoknya saya nggak boleh di atas panggung lebih dari 1 jam. Saya harus ke belakang panggung untuk menyusui bayi saya,” jelas istri Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa itu.

Baca juga: Cara Happy Salma Mengasuh Kedua Anakny Saat Berjauhan

Saat pementasan, Happy benar-benar membawa bayinya. Di tengah pertunjukan, dia diberi jeda dengan pementasan musik agar bisa berada di belakang panggung.

“Dari awal diatur pakai baju yang lebih mudah untuk menyusui. Jadi semua harus disesuaikan mengikuti itu. Sehabis menyusui tutup baju, ready, lari ke panggung lagi,” tukasnya.

Anak pertamanya baru berhenti menyusui ketika usianya 22 bulan. Proses menyapih dilakukan perlahan-lahan. Kebetulan, saat itu dia harus meninggalkan Kina di Bali untuk mengurus ibunya yang sedang sakit di Sukabumi. Untungnya Kina saat itu sudah mau minum susu pengganti.

“Saya menyapihnya perlahan. Siang tidak saya kasih susu. Malam saya susui ketika mau tidur dan terbangun malam hari. Setelah itu, saya tidak menyusui sebelum tidur, cuma dikasih saat terbangun saja. Sampai akhirnya tidak sama sekali,” papar Happy.

Meski agak repot, Happy merasa sangat terkesan dengan pengalaman tersebut karena tak semua perempuan memiliki kesempatan yang sama.

MILA NOVITA