8 Efek Samping Minum Teh Berlebihan, Ada Mual, Sakit Kepala, hingga Cemas

Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com

kesehatan

8 Efek Samping Minum Teh Berlebihan, Ada Mual, Sakit Kepala, hingga Cemas

Rabu, 29 Juli 2020 07:10 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Teh salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Sebagian besar orang bisa minum teh sebanyak 3-4 cangkir dalam satu hari. Jumlah ini diyakini aman dan tidak berisiko menimbulkan efek samping. 

Namun toleransi masing-masing individu dapat berbeda terkait jumlah cangkir teh yang aman. Sebab, efek samping teh bisa saja dirasakan walau pada asupan yang rendah. Apa saja efek samping tersebut?

Berikut efek samping minum teh jika berlebihan

1. Mengganggu penyerapan zat besi

Teh mengandung kelompok senyawa yang disebut tanin. Senyawa yang kita konsumsi berisiko berikatan dengan zat besi memicu gangguan penyerapan mineral penting ini di dalam saluran pencernaan. Apabila penyerapannya terganggu, teh dapat menimbulkan bahaya berupa defisiensi zat besi.

Tanin dalam teh disebutkan lebih berisiko mengganggu penyerapan zat besi dibandingkan dengan tanin dalam makanan hewani. Untuk menghindari risiko ini, Anda bisa mengonsumsi teh bukan saat pada jam-jam makan agar zat besi dari makanan tetap terserap dengan baik oleh tubuh.

2. Mual

Tanin dalam teh tak hanya berisiko mengganggu penyerapan zat besi. Senyawa tersebut juga memiliki sifat yang berisiko mengiritasi jaringan organ-organ pencernaan. Apabila berlebihan, teh akan memicu gejala berupa sakit perut dan mual. Tiap-tiap orang juga memiliki toleransi yang berbeda terhadap efek samping teh ini. Pada orang yang sensitif, 1-2 cangkir teh terkadang sudah dapat memicu mual atau sakit perut.

Risiko bahaya minum teh di atas bisa diakali dengan menambahkan sedikit susu. Tanin dapat berikatan dengan protein dan karbohidrat sehingga mengurangi risiko iritasi pada organ pencernaan.

3. Rasa cemas, gelisah, dan stres

Kita sering menyesap secangkir teh hangat untuk menenangkan diri. Namun, teh tetaplah seperti kopi yang mengandung kafein. Berlebihan dalam konsumsi kafein, termasuk dari teh, dapat menimbulkan efek samping berupa rasa cemas, stres, dan gelisah.

Rata-rata secangkir teh mengandung 11-61 mg kafein, tergantung jenis teh yang kita minum. Konsumsi kafein di bawah 200 mg sehari berisiko lebih kecil menimbulkan rasa cemas tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa sensitivitas masing-masing orang terhadap kafein dapat berbeda.

4. Susah tidur

Kafein dalam teh tak hanya berisiko memicu rasa cemas dan gelisah. Jika dikonsumsi berlebihan, bahaya teh lainnya adalah susah tidur karena kandungan kafeinnya. Sebuah riset yang dimuat dalam jurnal Risk Management and Healthcare Policy menyebutkan, kafein dapat menghambat produksi hormon tidur atau hormon melatonin. Kurang tidur juga dapat memicu bahaya lain bagi tubuh, seperti kelelahan, gangguan memori, bahkan obesitas.

5. Heartburn

Heartburn adalah sensasi perih dan terbakar di dada yang bisa terjadi karena naiknya isi lambung ke kerongkongan. Heartburn pun berisiko menjadi efek samping teh pada beberapa orang apabila konsumsinya berlebihan. Efek ini juga disebabkan oleh kafein karena senyawa ini dapat memicu isi lambung yang asam naik lebih mudah menuju kerongkongan.

Kafein juga berisiko merangsang produksi total asam lambung. Apabila Anda terus mengalami heartburn seiring juga terlalu banyak meminum teh, maka mengurangi minuman ini sangat disarankan.

6. Komplikasi kehamilan

Kelebihan kafein dari teh juga berisiko menimbulkan masalah pada kehamilan, seperti keguguran dan berat bayi baru lahir yang rendah. Walau riset terkait efek samping teh ini masih bercampur, konsumsi teh pada ibu hamil tidak lebih dari 3 cangkir per hari.

Anda sangat dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter jika ingin menyesap teh selama kehamilan. Begitu pula jika ingin mengganti teh biasa dengan rebusan-rebusan herbal tertentu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

7. Sakit kepala dan pusing

Secangkir teh di pagi hari membantu membuat diri lebih bersemangat menyambut hari. Namun, apabila berlebihan, kafein dalam teh dapat menjadi bumerang dan menimbulkan sakit kepala dan pusing. Efek samping teh ini juga dapat bervariasi bagi beberapa orang. Misalnya, sebagian individu boleh jadi merasa sakit kepala walau hanya mengonsumsi 100 mg kafein. Apabila Anda banyak minum teh dalam satu hari dan sering merasa pusing atau sakit kepala, maka mengurangkan konsumsi teh sangat disarankan. 

8. Ketergantungan terhadap kafein

Tak hanya konsumsi kopi yang menimbulkan seseorang ketergantungan terhadap kafein. Sebagai stimulan, kafein dalam teh juga berisiko menimbulkan efek samping ketergantungan dan menimbulkan gejala jika Anda tidak mengonsumsinya. Gejala henti kafein dapat beragam, seperti sakit kepala, lekas marah, dan rasa lelah. Peningkatan detak jantung juga dapat menjadi gejala henti kafein.

SEHATQ