New Normal, Ini Barang Bawaan Wajib saat Olahraga di Luar Rumah

ilustrasi berolahraga. Shutterstock

kesehatan

New Normal, Ini Barang Bawaan Wajib saat Olahraga di Luar Rumah

Kamis, 25 Juni 2020 07:00 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Di era New Normal atau normal baru di tengah pandemi Covid-19, ada sejumlah protokol kesehatan yang wajib diterapkan termasuk saat olahraga. Tujuannya demi menjaga kesehatan diri sendiri dan memutus rantai penyebaran virus corona penyebab Covid-19.

Protokol kesehatan yang harus dilaksanakan di antaranya jangan berkerumun saat olahraga. Pentingnya menerapkan pyhsical distancing atau jaga jarak fisik saat olahraga di outdoor (luar ruangan) maupun indoor (dalam ruangan). 

Selain jaga jarak fisik, Dokter spesialis ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi, Siti Chandra Wijayantie, juga membagikan beberapa barang bawaan wajib saat berolahraga dil luar rumah. Apa saja itu?

Anda harus membawa hand sanitizer atau cairan pembersih tangan, sabun cair, atau air untuk cuci tangan, tergantung aksesnya yang paling mudah.

Baca juga: Dokter Tak Anjurkan Pakai Masker saat Olahraga Intensitas Berat

Ia juga menyarankan memakai masker dan penutup rambut, boleh topi atau bandana.

"Walaupun rambut tidak menjadi media penularan, tapi refleks kita biasanya tangan garuk dan pegang rambut, nah tangan ini yang kemudian tak sengaja mengucek mata, pegang hidung atau mulut," ucap Siti dalam Live Instagram Latihan Pernapasan dan Strategi Tetap Bugar di Era New Normal pada Selasa, 23 Juni 2020.

Topi juga perlu disemprot sanitizer untuk memastikan tidak ada permukaan yang terkontaminasi.

Menurut Siti, jika harus memilih olahraga di dalam atau luar ruangan, luar ruangan lebih baik karena ada sinar matahari sebagai sumber vitamin D. Vitamin ini diperlukan untuk perlu untuk daya tahan saluran napas, menjaga otot tulang dan sendi. 

Siti juga mengingatkan untuk menjaga kesehatan selain berolahraga harus diiringi dengan istirahat yang cukup, pola makan sehat, dan kendalikan stres.

"Selain mengendalikan makan, kalau memang sudah ada sakit dikendalikan sakitnya. Kontrol ke dokter untuk mengatasi masalah tersebut," imbaunya.

EKA WAHYU PRAMITA