Terinfeksi Virus Corona Lalu Bisa Fatal, Betul atau Salah?

Petugas medis menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara, Aceh, Selasa 3 Maret 2020. RSUD Cut Mutia di Aceh Utara RSU Dr Zainoel Abidin di Banda Aceh merupakan rumah sakit rujukan bagi perawatan pasien terinfeksi virus Corona (Covid 19) di Provinsi Aceh yang telah siap dengan tenaga medis, ruangan dan peralatan khusus. ANTARA FOTO/Rahmad

kesehatan

Terinfeksi Virus Corona Lalu Bisa Fatal, Betul atau Salah?

Minggu, 8 Maret 2020 09:06 WIB
Reporter : Antara Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Masyakarat khawatir akan wabah virus corona yang terjadi di berbagai negara. Di Indonesia, pemerintah mengumumkan ada sembilan pasien yang positif terinfeksi virus corona baru atau COVID-19.

Banyak orang mengira jika sudah terpapar virus corona maka akan berakibat fatal. Padahal kondisi sebenarnya tidak seperti itu.

Baca: Ciri-ciri Awal Corona dan Bagaimana Penanganannya

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan pasien positif COVID-19 punya harapan sembuh bila mendapat penanganan medis sejak dini. "Jadi jangan salah kalau positif terinfeksi virus corona lalu bakal meninggal. Itu hoaks," kata dia RSUP Persahabatan, Jakarta Timur, Sabtu, 7 Maret 2020.

Erlina menjelaskan, dari total 90 ribuan kasus orang yang terinveksi virus corona baru di Ciina, sebanyak 59 ribu di antaranya telah pulih total, dan sebagian lainnya masih dalam perawatan. Ruang isolasi yang disiapkan dengan standar keamanan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di sejumlah rumah sakit juga bertujuan lekas memulihkan kondisi pasien.

Dengan fakta tersebut, Erlina Burhan mengatakan peluang sembuh bagi pasien yang positif terinfeksi virus corona baru, sangat besar. Dia melanjutkan, tingkat kematian karena terpapar virus corona sekitar 2 persen, sedangkan presentasi sembuh berkisar 95 persen.

"Sebagian besar kasus infeksi virus corona akan sembuh kalau ditangani dengan cepat," kata dia. Masyarakat diimbau tak khawatir berlebihan dengan virus corona baru atau COVID-19 meskipun para peneliti kesehatan masih mencari penangkalnya. "Terapkan pola hidup sehat, jaga imunitas tubuh, dan jangan panik."