Studi: Berteman dengan Perempuan yang Kuat Memperluas Kesuksesan dan Menangkal Penyakit

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi perempuan berbincang dengan temannya sembari duduk di ayunan di taman. (Unsplash/Bewakoof.com Official)

Ilustrasi perempuan berbincang dengan temannya sembari duduk di ayunan di taman. (Unsplash/Bewakoof.com Official)

IKLAN

CANTIKA.COM, JAKARTA - Dalam kehidupan perempuan, teman salah satu unsur support system atau sistem pendukung yang diandalkan. Oleh karena itu, penting menjalin pertemanan yang saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Salah satu kuncinya adalah banyak berteman dengan perempuan yang kuat.

Menurut studi yang diterbitkan di Harvard Business Review, Amerika Serikat, perempuan yang memiliki teman perempuan yang kuat cenderung menjadi lebih sukses secara profesional, menempati posisi tinggi, dan menghasilkan lebih banyak uang.

"Perempuan yang memiliki grup perempuan berisikan perempuan kuat dengan perbandingan 1:3 memiliki peluang 2,5 kali lebih tinggi dalam soal posisi dan bayaran dibanding teman mereka yang tidak memiliki sosok kuat dalam grupnya,” tulis Brian Uzzi dalam Harvard Business Review, seperti dikutip dari laman Times of India.

Salah satu alasannya adalah perempuan selalu bergantung pada 'saudara perempuan dari ibu lain' untuk mendapatkan nasihat ketika mereka membutuhkan.

Selain itu, ketika seorang perempuan menemukan jalan keluar dari masalah kesenjangan atau diskriminasi profesional, ia akan membagikan trik tersebut kepada kaum Hawa lainnya. Pola itu terus terjadi ketika seorang perempuan sudah bertekad.

Menurut penelitian lain, saat dalam sebuah tim yang lebih banyak beranggotakan perempuan menghadapi seksisme yang lebih rendah daripada tim yang anggotanya didominasi pria. Selain itu, kekuatan kelompok pendukung yang simpatik memberi kekuatan kepada wanita menghadapi prasangka dan ketidakadilan di tempat kerja.

Masih pada studi ini, disebutkan pula perempuan yang memiliki teman perempuan suportif lebih baik pencapaiannya daripada yang dipenuhi kritik.

Bukan itu saja, berdasarkan penelitian lain di portal penelitian breastcancer.org, perempuan dengan lebih banyak koneksi sosial memiliki tingkat ketahanan hidup lebih baik dan merespons lebih cepat terhadap pengobatan kanker payudara.

Studi yang sama menemukan bahwa wanita yang terisolasi secara sosial dilaporkan mengalami lebih banyak kanker payudara daripada mereka yang memiliki sistem pendukung yang kuat.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."