Mencegah Perkawinan Anak Salah Satu Prioritas Menteri PPPA

Kader PDIP, I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat perkenalan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. I Gusti Ayu dipercaya sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Kabinet Indonesia Maju. TEMPO/Subekti

ragam

Mencegah Perkawinan Anak Salah Satu Prioritas Menteri PPPA

Selasa, 17 Desember 2019 19:10 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan akan menggeber pelaksanaan lima isu prioritas. Salah satunya pencegahan perkawinan anak.

"Ini sejalan dengan diamanahkan Presiden Joko Widodo saat pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju," kata ia dalam keterangan tertulis pada Kamis, 31 Oktober 2019.

Adapun empat isu prioritas selain perkawinan anak adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penurunan angka pekerja anak.

Bintang Darmawati menjelaskan, kelima prioritas isu PPPA tersebut akan dijalankan dengan maksimal bersama kementerian/lembaga, organisasi perempuan, dan pengampu kepentingan lainnya. 

Bintang Darmawati berharap sinergi itu tidak sekadar wacana, namun dapat diimplementasikan.

Istri Menteri Koperasi dan UKM pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla 2014-2019, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga tersebut menuturkan bahwa upaya yang dilakukan Kemen PPPA untuk pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan adalah sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program MEKAAR.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mendorong semua K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK ikut menyukseskan lima program prioritas pembangunan PPPA.

“Kita perlu mewujudkan kesadaran kolektif betapa pentingnya peran perempuan karena mereka adalah sumber generasi bangsa dan anak adalah generasi penerus kita,” ucap Muhadjir Effendy.

 
 
MUHAMMAD HENDARTYO