Betrand Diadopsi Sarwendah di Usia Remaja, Perhatikan 5 Hal Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Putra angkat Sarwendah dan Ruben Onsu, Betrand Peto, 13 tahun menjadi perhatian publik. Mulai dari pemberian air susu ibu atau ASI Sarwendah untuk Betrand yang tidak pernah mendapat ASI kala bayi, sampai sikap manjanya yang dinilai terlalu berlebihan. 

Pasangan selebriti ini mengadopsi Betrand Peto di usia remaja. Kedekatan mereka berawal sejak Ruben menjadi produser Betrand sebagai penyanyi. Keinginan ini untuk mengadopsi Betrand pun murni karena rasa sayang serta muncul ikatan batin, apalagi mereka sering bertemu bahkan akrab dengan putri Sarwendah, Thalia Putri Onsu. 

Sebagai orang tua dari remaja yang diadopsi, beberapa kerumitan bisa terasa lebih sulit untuk diatasi. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dan masalah yang dihadapi oleh banyak keluarga angkat selama masa remaja, seperti dilansir dari laman Adoption Together.

1. Adopsi dan Pengembangan Remaja

Anda mungkin memperhatikan beberapa perubahan perkembangan pada remaja angkat Anda. Hal-hal seperti perubahan hormon, perubahan fisik, dan perubahan emosional yang terjadi selama masa remaja dapat memengaruhi bagaimana remaja kita berhubungan satu sama lain dan dengan kita.

Hal ini adalah perkembangan normal untuk semua anak, terlepas dari latar belakang mereka. Perkembangan otak selama masa remaja juga mengalami perubahan unik yang mengatur perilaku. Misalnya, perubahan kimiawi pada korteks pre-frontal otak remaja dapat mendorong remaja untuk mencari perilaku berisiko tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Perubahan ini tidak unik untuk anak adopsi. Namun Anda dapat memperhatikan latar belakang awal anak dan pengaruhnya terhadap perkembangan fisik, emosi, dan otak selama tahap ini. Apakah remaja yang Anda adopsi mengalami trauma saat masih bayi atau anak-anak?

Membantu anak angkat Anda untuk memahami bahwa Anda hadir, peduli, dan mendukung ketika mereka mengekspresikan rasa takut, kecemasan, atau emosi sulit lainnya adalah cara terbaik untuk tetap terhubung dengan anak Anda. Penting juga untuk mempertimbangkan apakah riwayat medis anak Anda dapat memengaruhi perkembangan mereka sehingga Anda dapat membantu mereka sepanjang masa remaja.

Ruben Onsu dan Sarwendah mengecup pipi Betrand Peto dalam foto yang diunggah pada 5 Oktober lalu. Instagram/@Sarwendah29

2. Adopsi dan Identitas Remaja

Selama masa remaja, anak Anda belajar lebih banyak tentang identitas mereka sendiri, apa artinya bagi mereka, dan bagaimana mereka dapat menggunakan identitas menjelajahi dunia. Untuk remaja adopsi, latar belakang unik mereka adalah bagian penting dari pembentukan identitas ini.

Remaja mulai bergulat dengan pertanyaan seperti "Siapa aku?", "Dari mana aku berasal?", "Aku ingin jadi apa?" Dan mereka harus belajar bagaimana mereka terhubung, dan berbeda dari orang tua, saudara kandung dan komunitas secara keseluruhan.

Untuk remaja adopsi, belajar tentang identitas bisa lebih menantang karena mereka memiliki cerita yang lebih kompleks. Mereka mungkin mulai bertanya lebih banyak tentang keluarga kandung mereka, atau pertanyaan mereka mungkin lebih kompleks. Bahkan jika anak remaja Anda telah bertemu dengan anggota keluarga kandung, mereka mungkin memiliki pertanyaan baru tentang saudara kandung untuk memahami identitas mereka.

Sebagai orang tua angkat, mungkin sulit mengarahkan masa remaja ketika anak remaja Anda mulai membentuk identitas independen semacam ini. Ingatlah bahwa normal untuk merasakan kesedihan, kecemasan, dan bahkan kemarahan ketika anak Anda ingin belajar lebih banyak tentang keluarga kandung mereka atau mengungkapkan keinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan saudara kandung. Memproses emosi ini sepenuhnya dan aman dengan dukungan yang tepat adalah penting agar Anda dapat terus mendukung remaja angkat Anda. 

3. Berbicara dengan Anak Remaja Anda Tentang Adopsi

Kita tahu bahwa anak-anak yang orang tuanya berbicara tentang adopsi sejak awal memiliki waktu yang lebih mudah berbicara tentang adopsi sepanjang hidupnya. Jika Anda berpikir anak remaja Anda memiliki adopsi dalam pikirannya, jangan menunggu mereka untuk mengangkatnya - angkat topik bersama mereka sehingga mereka tahu Anda juga memikirkannya. Salah satu cara untuk memperkenalkan topik ini adalah membagikan pemikiran Anda tentang adopsi atau orang tua kandung mereka, dan mengundang anak remaja Anda untuk menambahkan apa yang mungkin mereka pikirkan. 

Beberapa orang tua adopsi bergumul dengan informasi seperti apa yang harus dibagikan dengan anak angkat setelah beranjak dewasa. Percakapan ini dapat menakutkan bagi orang tua, dan mencari dukungan dari penasihat adopsi profesional dapat membantu Anda menavigasi membahas kompleksitas kisah adopsi anak Anda sehingga itu bisa menjadi bagian positif dan meneguhkan dari hubungan Anda.

Sarwendah berpose dengan putra angkatnya, Betrand Peto Putra Onsu dalam foto yang diunggah pada 23 Oktober 2019 lalu. Istri presenter Ruben Onsu ini kerap berbagi momen kompak bersama putra sulungnya. Instagram/@Sarwendah29

4. Memelihara hubungan dengan keluarga kandung 

Banyak remaja adopsi merasa perlu untuk terhubung atau terhubung kembali dengan keluarga kandung mereka selama masa remaja. Penting untuk bersiap menavigasi kontak ini dengan serius. Jika adopsi anak Anda terbuka dan Anda mempertahankan kontak dengan anggota keluarga kandung, itu hebat!

Lanjutkan percakapan dalam kerangka hubungan adopsi terbuka Anda sehingga anak Anda tahu bahwa mereka memiliki dukungan untuk terus membangun hubungan yang sehat. Pengingat penting jika anak Anda memiliki hubungan terbuka dengan kerabat kandung dengan penggunaan media sosial agar selalu diskusi bersama.

5. Bekali anak dengan keterampilan

Peran Anda sebagai orang tua adalah memberi anak Anda keterampilan dan alat yang mereka butuhkan untuk berhasil. Apalagi selama masa remaja, penting bagi anak Anda untuk merasa aman sebagai anak angkat. Anda dapat membantu anak Anda merasa lebih aman dan percaya diri dalam banyak hal. Persiapkan mereka untuk membahas adopsi secara terbuka ketika muncul dalam percakapan.

Bantu mereka untuk mengantisipasi pertanyaan tentang keluarga Anda, latar belakang mereka dan untuk membantu teman-teman mereka membahas adopsi dengan cara yang membuat mereka nyaman. Yakinkan anak remaja Anda bahwa mereka tidak perlu membagikan detail pribadi, dan bahwa mereka bertanggung jawab atas informasi apa yang ingin mereka diskusikan tentang kisah adopsi mereka.

Mengajari remaja Anda bahwa menetapkan batasan dalam diskusi tentang adopsi tidak apa-apa adalah cara yang baik untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka memiliki otonomi.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."