Cara Agar Tidak Iri dengan Unggahan Keluarga Lain di Media Sosial

Ilustrasi Ayah dan Ibu bermain dengan anak. Shutterstock.com

keluarga

Cara Agar Tidak Iri dengan Unggahan Keluarga Lain di Media Sosial

Jumat, 29 November 2019 08:40 WIB
Reporter : Eka Wahyu Pramita Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, JAKARTA - Keluarga di era digital menemui tantangan baru dengan besarnya pengaruh internet dan media sosial. Apa itu? Beberapa di antara kita cenderung makin memiliki gejala takut ketinggalan. Hal itu dibenarkan oleh psikolog Roslina Verauli.

"Misalnya, saat ada tren liburan ke luar negeri, kita jadi panik harus mengikuti. Keluarga lain makan di resto mewah juga juga pengen meniru, belum lagi kalau posting beli barang atau materi kita jadi insecure," ucap psikolog Verauli di acara Good Time Beda Keluarga Beda Cerita di Jakarta, Rabu 27 November 2019.

Menurut Verauli, satu hal yang perlu kita pahami bersama bahwa masing-masing orang dan  keluarga memiliki latar belakang dan situasi kondisi yang berbeda-beda. Justru terkadang apa yang kita melihat kehidupan yang tampak sempurna di media sosial, belum tentu kenyataannya sama.

"Anda adalah orang yang paling menentukan momen bahagia keluarga Anda, bukan orang lain. Rangkul mereka, berbahagialah dengan itu, dan manfaatkan yang terbaik dari apa yang dimiliki," kata Verauli.

Psikolog Roslina Verauli saat ditemui di Jakarta, Rabu 27 November 2019. TEMPO/ Eka Wahyu Pramita

Setiap keluarga, menurut Verauli, unik dan mempunyai profil dan strukturnya sendiri. Ada yang bapaknya yang di rumah dan ibunya yang bekerja. Jadi, keunikan tidak menjadi penghalang terciptanya momen untuk merayakan kebersamaan dalam satu keluarga.

Menurut Verauli, untuk mengatasi timbulnya rasa iri atas unggahan kehidupan keluarga lain di media sosial dengan cara menciptakan cerita dan konsep bahagia kita sendiri dalam unggahan kita.

"Hal kecil misalnya dengan mem-posting kebersamaan dengan keluarga kita bisa mengkoneksikan diri kembali ke kerabat kita yang jarang bertemu melalui like dan comment misalnya," tutur ia.

Selain itu, Anda juga bisa menciptakan agenda bersama seperti membersihkan halaman bersama, membereskan rumah bersama, atau seperti yang dilakukan Verauli bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk melakukan gerakan kembali ke meja makan.