Pahami 7 Tanda Perimenopause, Masa Peralihan sebelum Menopause

Tetap Prima Menjelang Menopause

kesehatan

Pahami 7 Tanda Perimenopause, Masa Peralihan sebelum Menopause

Kamis, 7 November 2019 06:00 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Periode transisi yang dialami oleh semua perempuan saat akan memasuki masa berakhirnya menstruasi atau menopause disebut perimenopause. Masa peralihan ini dapat berlangsung selama 4-10 tahun sebelum periode menopause terjadi.

Periode ini dapat dimulai pada usia 30-40 tahun. Namun masa ini dapat pula muncul lebih awal. Pada fase ini, indung telur (ovarium) akan memproduksi lebih sedikit estrogen secara bertahap. Selama 1-2 tahun terakhir perimenopause, produksi estrogen akan menurun secara drastis. Kemudian Anda menopause pun tiba, di mana ovarium sama sekali berhenti melepaskan sel telur.  Ketika memasuki fase perimenopause, wanita umumnya akan mengalami sejumlah gejala akibat perubahan kadar hormon reproduksi dalam tubuhnya.

 

Berikut beberapa gejala perimenopause

 

1. Siklus menstruasi yang tidak teratur

Ketika Anda memasuki masa perimenopause, siklus menstruasi biasanya mengalami kekacauan. Pasalnya, tamu bulanan ini menjadi tidak teratur. Durasi menstruasi juga dapat menjadi lebih lama maupun lebih pendek. 

Jika terjadi perubahan selama tujuh hari atau lebih pada siklus menstruasi, Anda mungkin mengalami perimenopause dini. Sementara bila jumlah hari antar siklus menstruasi Anda melebihi 60 hari, Anda mungkin sedang mengalami tahap akhir perimenopause. 

Agar siklus menstruasi menjadi lebih teratur, Anda bisa minum pil KB dengan dosis rendah. Namun selalu konsultasikan ke dokter kandungan dulu mengenai hal ini.

2. Vagina kering dan risiko infeksi saluran kemih

Akibat penurunan produksi estrogen, produksi cairan pelumas dan kelenturan pada jaringan vagina atau miss V Anda akan berkurang. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa gatal dan pegal. Demikian pula dengan nyeri saat bercinta. Selain itu, penurunan produksi estrogen juga dapat membuat kaum hawa lebih rentan untuk mengalami infeksi saluran kemih dan infeksi pada miss V.