Perbedaan Margarin dan Mentega Mulai dari Warna sampai Gizi

Ilustrasi margarin (Pixabay.com)

ragam

Perbedaan Margarin dan Mentega Mulai dari Warna sampai Gizi

Rabu, 14 Agustus 2019 10:00 WIB
Reporter : Sehatq.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, JakartaMargarin dan mentega atau butter mempunyai tone warna yang sekilas mirip. Margarin biasanya berwarna lebih kuning dan mentega cenderung berwarna kuning keputihan.

Umumnya, mentega lebih sering digunakan dalam proses memanggang, seperti proses pembuatan kue, biskuit, dan sebagainya. Margarin biasanya lebih condong ditemukan di dapur dan digunakan untuk menumis, menggoreng, atau dioleskan pada roti tawar sebagai menu sarapan untuk anak.

Namun, perbedaan mentega dan margarin tidak hanya dari segi warna dan penggunaan, tetapi juga dari proses pembuatan hingga kandungan gizi yang berbeda. Berikut penjelasannya.

Bahan utama

Mentega atau butter dibuat dari lemak atau krim yang dipisahkan dari susu sapi. Sementara margarin terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan serta dibuat sebagai pengganti dari mentega. Umumnya, margarin dibentuk dari minyak kacang kedelai, minyak kanola, dan minyak dari tumbuh-tumbuhan lainnya.

Proses pembuatan

Dari segi proses pembuatan, mentega atau butter dibuat dengan memisahkan krim dari susu sapi terlebih dahulu sebelum krim diaduk sampai mengental. Setelahnya, sisa cairan sehabis proses pengadukan akan dibuang dan bagian padatnya yang akan dibentuk menjadi mentega.

Sedangkan margarin dibentuk dengan proses yang disebut sebagai hidrogenasi. Proses ini berfungsi untuk membuat minyak tumbuh-tumbuhan yang awalnya berbentuk cairan menjadi padatan dengan memaparkan minyak dengan panas dan tekanan yang tinggi.

Jenis lemak

Mentega kaya akan lemak jenuh karena terbuat dari lemak hewani, berbeda dengan margarin yang terbuat dari minyak tumbuh-tumbuhan yang dipadatkan.

Meskipun margarin terbentuk dari minyak tumbuhan yang rendah lemak jenuh, tetapi proses hidrogenasi menyebabkan perubahan pada beberapa lemak tak jenuh menjadi lemak jenuh, serta memunculan lemak trans yang tidak sehat sebagai salah satu hasil dari proses hidrogenasi.

Akan tetapi, sekarang ini sudah ada proses interesterifikasi untuk membuat margarin yang tidak mengandung lemak trans.

Kandungan gizi

Proses pembuatan dan bahan utama yang berbeda juga menghasilkan perbedaan kandungan gizi. Kandungan nutrisi dalam mentega di antaranya adalah, asam lemak butirat, lemak jenuh, vitamin K2, omega-3, dan asam linoleat terkonjugasi.

Sedangkan margarin umumnya mengandung sterol, stanol, lemak tak jenuh ganda, lemak trans, omega-6, zat pewarna, dan zat-zat tambahan lainnya.