Waspadai Infeksi Telinga pada Bayi, Gejalanya Barengan Demam

Reporter: Cantika.com
Editor: Yunia Pratiwi
Senin, 1 Juli 2019 10:35 WIB
Waspadai Infeksi Telinga pada Bayi, Gejalanya Barengan Demam

CANTIKA.COM, Jakarta - Infeksi telinga sangat rentan terjadi pada bayi yang erusia di bawah tiga tahun. Di periode ini, mereka baru pertama kali ‘berkenalan’ dengan kuman dan belum punya tameng imunitas yang kuat. Itu sebabnya, infeksi seperti yang terjadi di telinga kerap terjadi.

Baca juga: Pilih Stroller Bayi Jangan Lupa Kenyamanan Ibu dan Ayah

Berbeda dengan ruam popok atau flu yang gejalanya bisa dideteksi dengan jelas, kadang infeksi telinga pada bayi luput terdeteksi. Meski demikian, orangtua tetap harus waspada akan kemungkinan infeksi telinga pada bayi mereka.

Bayi dan anak-anak berusia di bawah tiga tahun rentan mengalami infeksi telinga selain karena faktor kekebalan tubuh, juga karena saluran eustachius (liang) di telinganya berbentuk lebih horizontal. Akibatnya, cairan cenderung mengendap bukannya keluar dari telinga.

Beberapa gejala infeksi telinga pada bayi antara lain kadang muncul bersamaan dengan demam, nyeri pada telinga, keluar cairan bening atau kekuningan dari telinga, kulit bersisik di area luar telinga, tidur tidak nyenyak, anak kerap menggaruk telinga mereka, tidak bisa mendengar dengan jelas, kurang nafsu makan, muntah dab diare. Gejala lain tentu saja kadang anak menjadi lebih rewel dan serba salah. Hal ini terjadi karena mereka merasa sangat tidak nyaman.

Selanjutnya cara mencegah infeksi telinga bayi


Umumnya, infeksi telinga pada bayi hanya akan berlangsung selama kurang lebih tiga hari. Untuk mengatasi infeksi, kadang perlu diberikan antibiotik untuk mencegah meluasnya infeksi.

Meski demikian, dokter tidak akan langsung meresepkan antibiotik untuk bayi yang berusia di bawah satu tahun. Dokter biasanya baru akan meresepkan antibiotik apabila diagnosisnya sesuai dan usia anak sudah lebih dari dua tahun.

Tapi perlu diingat bahwa kadang antibiotik belum tentu diperlukan karena pada banyak kasus, kekebalan tubuh bayi perlahan bisa mengalahkan infeksi ini dengan sendirinya. Orangtua perlu sabar sambil mengobservasi kondisi anaknya dan melakukan beberapa tips berikut ini.

#1. Kompres air hangat
Anda bisa memberikan kompres air hangat ke telinga bayi untuk membantu meredakan rasa nyeri.

#2. Asupan cairan
Pastikan memberi anak asupan cairan yang cukup sehingga mereka sering menelan. Cara ini dapat membantu mengeringkan telinga bagian tengah dan membuat mereka lebih lega dari tekanan di bagian telinga.

#3. Menyusui
Bagi bayi yang masih menyusu langsung, tambah frekuensi menyusu agar kekebalan tubuhnya terus meningkat. Selain itu, menyusu bisa membuat bayi merasa nyaman.

Cara utama untuk mencegah infeksi telinga pada bayi adalah memastikan lingkungan di sekitarnya selalu bersih. Selalu cuci tangan sebelum memegang bayi untuk menghindari paparan kuman. Selain itu, hindari juga paparan asap rokok yang bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga pada bayi.

Kemudian, memberikan vaksin seperti influenza juga bisa mencegah infeksi telinga yang biasanya ‘sepaket’ dengan gejala flu atau common cold. National Institutes of Health, USA membuktikan bahwa anak-anak yang telah divaksin lebih jarang mengalami infeksi telinga.