Telur dan Susu Jadi Menu Sarapan Sehat Pilihan Orang Indonesia

Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

kesehatan

Telur dan Susu Jadi Menu Sarapan Sehat Pilihan Orang Indonesia

Kamis, 9 Mei 2019 18:20 WIB
Reporter : Antara Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Berdasarkan sebuah survei, menu sarapan sehat pilihan masyarakat Indonesia adalah kombinasi antara susu dan olahan telur. Data tersebut diambil dari Survei Sarapan Sehati di Asia Pasifik 2019 dari Herbalife pada Maret 2019.

Survei dilakukan pada 5.500 responden di 11 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Australia, Hong Kong, Jepang, Korea, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Meski demikian, gambaran sarapan ideal di kepala masyarakat Indonesia berbeda dengan praktik sehari-hari.

"Pada kenyataannya, kebanyakan orang Indonesia makan telur dan teh setiap pagi," kata Dokter Hamid Jan, pakar nutrisi Herbalife.

Baca juga:Mayoritas Orang Indonesia Pertimbangkan Sarapan Makanan Sehat

Anggapan kombinasi susu dan telur sebagai sarapan ideal juga berlaku di Filipina, Thailand dan Vietnam. Di Australia, sarapan sehat yang ideal adalah air mineral dan buah, sementara di Hong Kong paduan yang ideal adalah susu kedelan dan sereal.

Orang Jepang beranggapan susu dan roti panggang sebagai kombinasi sarapan ideal, sedangkan di Korea yang berlaku adalah nasi dan air.

Ilustrasi susu (pixabay.com)

Di Singapura, responden mengatakan paduan teh dan oatmeal sebagai sarapan tersehat. Responden dari Indonesia sebagian besar mengatakan faktor makanan sehat jadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan menu sarapan (77 persen).

Sementara itu, 52 persen responden memilih rasa sebagai pertimbangan utama. Faktor eksternal juga mempengaruhi gaya hidup sarapan sehat ini, seperti keluarga (78 persen), media (26 persen), teman (25 persen) dan pakar nutrisi (25 persen).

Meski demikian, mempraktikkan sarapan sehat setiap hari tak melulu berlangsung lancar. Kendala utama yang dirasakan adalah keterbatasan waktu (62 persen), enggan repot (31 persen) dan butuh banyak biaya (26 persen).

Hamid mengatakan hal itu bisa diatasi dengan membuat sarapan yang ringkas tapi penuh nutrisi, misalnya protein shake atau roti isi daging dan alpukat, yang bisa disantap tak cuma di meja makan, tapi juga dalam perjalanan.

Artikel lain:Sudahkah Anda Sarapan? Jangan Lupa Perhatikan Menu dan Gizinya