Jangan Sembarangan Beri Minum Bayi Air Putih, Ini Bahayanya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

Ilustrasi menyusui. SpineUniverse

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bayi di bawah 6 bulan hanya membutuhkan ASI. Kandungan dalam ASI dapat memenuhi kebutuhan air maupun nutrisi bagi bayi. Hati-hati, konsumsi air putih dapat berisiko pada bayi di usia ini, dilansir dari Boldsky.

Ibu yang baru melahirkan sering tak percaya diri dalam merawat bayi. Banyak beredar informasi perawatan bayi yang terkadang malah semakin membuat ibu baru merasa kebingungan, terutama dalam hal waktu yang tepat memberikan bayi minum air putih.

Agar tak dehidrasi, bayi juga membutuhkan asupan minum yang cukup. Namun, jangan salah persepsi walaupun dalam kondisi cuaca sangat panas dan kering, kebutuhan bayi di bawah 6 bulan sudah terpenuhi saat bayi mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) karena 88 persen kandungan ASI berisi air.

Baca juga:

Selain Air Putih, 8 Minuman ini Bisa Bantu Atasi Dehidrasi

Memberikan air putih kepada bayi berusia di bawah 6 bulan dapat membahayakan bayi. Bayi bisa mengalami keracunan air maupun kekurangan gizi. Bila kenyang air, bayi akan malas menyusu ASI karena tidak merasa lapar.

Ukuran perut bayi masih sangat kecil. ASI cukup untuk memenuhi nutrisinya. Berikut tahapan kebutuhan konsumsi air bagi bayi berdasarkan usia.

Bayi baru lahir
ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi baru lahir. Kandungan ASI dapat memenuhi kebutuhan asupan nutrisinya. Kolostrum adalah asupan nutrisi terbaik bagi kehidupan pertama bayi. Kolostrum dapat menjaga bayi tetap terhidrasi. Semakin sering ibu menyusui, semakin banyak ASI yang dihasilkan.

3 bulan pertama
Sejak lahir hingga 3 bulan jangan memberi bayi air putih. Bayi yang mengonsumsi air putih terlalu banyak dapat menyebabkan keracunan air bahkan bisa mempengaruhi otak dan jantung. Konsumsi air putih dapat membuat bayi merasa kenyang sehingga ia tak mau menyusu ASI. Hal ini membuat bayi kekurangan nutrisi.

Usia 4 - 6 bulan
Tidak dianjurkan untuk memberikan makanan tambahan selain ASI. Pada usia ini, ASI masih menjadi makanan utama bayi. Kandungan nutrisi ASI dapat melepaskan dahaga dan menghilangkan rasa lapar pada bayi. Namun, untuk bayi yang mengonsumsi susu formula bisa diberi air sedikit saat cuaca panas dan kering.

Usia di atas 6 bulan
Setelah bayi berusia 6 bulan, bayi mulai mengenal makanan padat pendamping ASI (MPASI). Air putih juga mulai dapat diberikan kepada bayi, tentunya dalam jumlah sedikit. Tapi lebih baik menyusui bayi sampai usia 6 bulan. Namun perlu juga diingat bahwa bayi yang terlalu banyak mengonsumsi air putih dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam ASI atau formula.

Beri jumlah air hanya yang disarankan. Terlalu banyak mengonsumsi air juga dapat menyebabkan bayi mengalami keracunan air. Hal ini terjadi bila terjadi perubahan keseimbangan elektrolit tubuh. Kelebihan air akan mengencerkan konsentrasi natrium yang menghasilkan edema. Pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama dapat mengurangi kematian bayi. Umumnya penyakit yang sering diderita bayi adalah diare dan pneumonia.

Baca juga:

Kiat agar Tubuh Tetap Terhidrasi selama Puasa Ramadan

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."