Kiat agar Tubuh Tetap Terhidrasi selama Puasa Ramadan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Ilustrasi minum air mineral. Shutterstock

Ilustrasi minum air mineral. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Asupan air putih harus diperhatikan dengan baik dan tercukupi secara maksimal setiap hari. Namun, saat tengah berpuasa Ramadan, tentu tak dapat sesuka hati minum air putih pada waktu yang diinginkan sementara kecukupan air delapan gelas sehari harus tetap terpenuhi agar terhindar dari dehidrasi sekaligus mengoptimalkan kinerja tubuh.

Buat yang berpuasa dapat menyiasati kecukupan air putih dengan mengatur waktu meminumnya menurut pembagian waktu saat sahur, berbuka, dan malam hari.

"Cukupkan delapan gelas air agar keesokan hari tubuh kita tercukupi hidrasinya dan optimal," saran dr. Ani Sri Sukmaniah Msc, SpGK, spesialis gizi klinik Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Artikel lain:

Tips agar Tubuh Tetap Prima kala Puasa Ramadan
Stres, Pemicu Maag Selama Ramadan, Bukan Puasa

Masyarakat yang menjalani ibadah puasa tetap dapat mencukupi konsumsi delapan gelas air sehari melalui gerakan 2+4+2. Gerakan yang dimaksud yaitu konsumsi dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas saat malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Sebanyak dua gelas air putih saat berbuka dapat dipenuhi dengan cara mengonsumsi segelas saat berbuka dan segelas setelah menyantap hidangan berbuka.

Kemudian, empat gelas di malam hari menjelang tidur pembagiannya dapat dilakukan dengan mengonsumsi satu gelas sebelum makan malam, dua gelas sehabis makan, dan satu gelas menjelang tidur.

Saat sahur, jangan lupa pula mengonsumsi dua gelas air putih untuk menyempurnakan kecukupan hidrasi saat puasa dan memaksimlakan kinerja tubuh saat beraktivitas di siang hari. Dengan cara ini, Anda tak perlu takut kekurangan asupan air putih saat menjalani ibadah puasa.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."