Saat Atalia Ridwan Kamil Pusing dengan Berbagai Masalah Perempuan

Atalia Praratya Kamil (Ketua TP PKK Jawa Barat dan Penggagas Sekoper Cinta) di Acara Inspirasi Perempuan untuk Indonesia, di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu 24 April 2019. Tempo/Astari P Sarosa

ragam

Saat Atalia Ridwan Kamil Pusing dengan Berbagai Masalah Perempuan

Minggu, 28 April 2019 17:38 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Atalia Ridwan Kamil, istri Ridwan Kamil, selalu aktif menghadapi masalah masyarakat sekitar sejak menjadi istri walikota Bandung. Namun, setelah Ridwan Kamil menjadi Gubernur Jawa Barat, Atalia menemukan semakin banyak masalah.

“Saya menemukan semakin banyak masalah, seperti kasus kekerasan dalam rumah tangga, kasus stunting, kasus perceraian yang meningkat,” tutur Atalia, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Jawa Barat, saat menghadiri Acara Inspirasi Perempuan untuk Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu, 24 April 2019.

Artikel lain:Alasan Atalia Praratya Suka Menggunakan Busana Berwarna Cerah

Dia mengatakan kalau masalah-masalah ini kebanyakan juga berhubungan dengan masalah ekonomi. Atalia juga menemukan kasus-kasus yang unik, seperti kekerasan bukan hanya suami ke istri atau bapak ke anak, tapi bisa juga istri ke suami.

“Pernikahan anak juga menjadi kasus yang terus meningkat,” lanjut Atalia.

Ketika anak perempuan berusia 14 tahun sudah dinikahkan dan kalau 16 tahun belum menikah dianggap tidak laku, hal tersebut sudah menjadi masalah besar yang mengkhawatirkan, terutama karena pemikiran ini sudah menjadi pemikiran sosial yang dianggap normal oleh orang sekitar.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil. (foto: doc.Humas Pemprov Jabar)

“Di Jawa Barat itu banyak masalah. Ketika masuk ke pedalaman yang sangat luas, ini menjadi masalah. Paling sulit itu bagaimana meyakinkan orang lain, bagaimana meyakinkan perempuan-perempuan sehingga mereka mau belajar,” tutur Atalia. Dia melihat kalau di daerah, masih banyak keluarga yang merasa kalau perempuan hanya di rumah saja. Atalia mengatakan kalau di kota besar, banyak yang tidak melihat masalah ini. Namun, saat masuk ke pedalaman, dia melihat pentingnya pendidikan yang baik untuk semua.

Atalia menjadi penggagas program Sekolah Perempuan Mencapai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta), yang menjadi upaya untuk pemberdayaan perempuan di Jawa Barat, agar bisa mewujudkan kesetaraan peran di masyarakat. Dengan program Sekoper Cinta ini, Atalia berharap bisa mengurangi kasus KDRT, perceraian, dan masalah lain yang dihadapi perempuan Jawa Barat. 

Artikel lain:Atalia Praratya Ridwan Kamil Ungkap Cinta Awet, Jurus Tarik Ulur