Alasan Meisya Siregar Tak Ingin Anak Bersekolah Sebelum Waktunya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
Meisya Siregar. Instagram/@meisya__siregar

Meisya Siregar. Instagram/@meisya__siregar

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Semakin banyak orang tua yang memutuskan untuk menyekolahkan anak di bawah usia 3 tahun, yaitu usia yang dianjurkan untuk mulai bersekolah. Namun, pembawa acara Meisya Siregar mengatakan kalau dia tidak ingin menyekolahkan anak bungsunya sebelum usia 3 tahun.

Istri dari musisi Bebi Romeo ini ingin ketiga anaknya, Lyrics Syabila Mu Saqeena, 13 tahun, Song Louisa Mu'Khadijah, 8, dan Muhammad Bambang Arr Reybach, 2, masuk sekolah di usia yang sama.

“Aku rasa belum perlu menyekolahkan anakku di bawah umur 3 tahun. Anak pertama, kedua dan ketiga, sama saja semua,” tutur Meisya.

Baca juga:

Tips Mengatur Keuangan Keluarga dari Meisya Siregar
Tips Bepergian bersama Keluarga dari Meisya Siregar

Dia menjelaskan kalau pasangan yang baru memiliki satu anak bisa saja menyekolahkan anak di bawah usia 3 tahun. Namun, karena anak pertama dan keduanya sekolah saat berusia 3 tahun, dia tidak ingin membedakan anak bungsunya. Tidak hanya itu, Meisya merasa kalau anak bungsunya sudah memiliki semua keterampilan yang diperlukan.

“Yang pertama, buat apa menyekolahkan cepat-cepat? Yang mau didapatkan apa? Kalau semua yang mau didapatkan sudah ada di Bambang, menurut aku tidak perlu,” lanjut Meisya.

Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Tabloidbintang.com

Dia mengatakan kalau anak bungsunya tidak ada masalah bersosialisasi dengan orang lain, bahkan seringkali terlalu dekat dengan teman-temannya. Selain itu, Bambang juga sudah bisa bicara, walaupun masih cadel. Bambang juga sudah bisa menghitung angka sampai nomor 20 dan sudah tahu nama-nama warna.

Daripada membawa Bambang ke sekolah, Meisya malah lebih senang membawa Bambang untuk berpetualang. Dia tidak takut mengajak anak bungsunya main kotor-kotoran di luar.

“Jangan terlalu parno (paranoid) dan khawatir ke anak-anak, yang sampai akhirnya membatasi mereka. Memori terbaik dengan anak itu main kotor-kotoran, kayaknya senang banget,” tutur Meisya.

Dia mengatakan kalau dengan tidak membatasi anaknya, Bambang bisa belajar banyak dari berbagai aktivitas dan tidak perlu buru-buru bersekolah.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."