Pentingnya Komunikasi Orang Tua pada Bayi yang Baru Bisa Mengoceh

Ilustrasi membaca buku untuk bayi. Bisnis.com

keluarga

Pentingnya Komunikasi Orang Tua pada Bayi yang Baru Bisa Mengoceh

Senin, 1 April 2019 08:22 WIB
Reporter : Tabloid Bintang Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Bayi-bayi di dunia mempunyai kesamaan, yakni suka mengoceh dengan bahasa mereka sendiri di bulan-bulan awal kehidupan. Apapun bahasa yang digunakan orang tua, respon bayi biasanya berupa tertawa atau berceloteh “ba”, “ga”, “da”, diselingi semburan-semburan basah.

Tapi jangan salah, di balik ocehan bayi yang terdengar tidak bermakna bagi orang dewasa, tersembunyi manfaat besar di baliknya. Sejumlah penelitian yang berkembang beberapa dekade terakhir mengungkapkan bahwa meski ocehan bayi terdengar tidak membentuk kata, namun sebenarnya itu merupakan dasar dalam pengembangan bahasa yang dikuasainya di kemudian hari.

Di tengah beragam suara ocehan yang bersifat acak yang keluar dari mulut bayi, celotehan bayi akan muncul sebagai kategori khas yang mulai jelas ketika bayi memasuki usia enam hingga delapan bulan.

Artikel terkait:Memahami Tahap Ocehan BayiBayi Rewel Bikin Ibu Stres, Berikut Penelitiannya

“Ocehan bayi di usia ini mulai bisa didefinisikan sebagai produksi suku kata yang berulang dan seperti ucapan,” kata Catherine Laing, peneliti linguistik yang berfokus pada pengembangan bahasa awal pada bayi di Universitas Cardiff, Wales.

“Ocehan bayi adalah tahapan awal belajar suara yang kelak dapat digunakan untuk berpidato,” lanjut Laing.

Karena mengoceh merupakan batu loncatan bayi dalam mempelajari bahasa, orang tua perlu mendukung dan menstimulasi bayi dengan terus berkomunikasi dengan bayi. Ajak bayi berbicara dan biarkan mereka merespons dengan celotehan bayi.

AURA