Nadia Mulya Berbagi Tips Memilih Dokter Gigi Anak

Presenter Nadia Mulya di acara Pepsodent Senyum Sehat Cerahkan Masa Depan Anak Indonesia di Amertha Warung Coffee, Jakarta Selatan, Rabu 20 Maret 2019. (Tempo/Silvy Riana Putri)

kesehatan

Nadia Mulya Berbagi Tips Memilih Dokter Gigi Anak

Kamis, 21 Maret 2019 12:40 WIB
Reporter : Silvy Riana Putri Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta -  Presenter Nadia Mulya dan pengusaha Dastin Mirjaya Mudijana telah dikaruniai empat anak, tiga putri dan satu putra. Sebagai ibu yang sudah mengalami beragam pengalaman mengurusi buah hati, Nadia Mulya selalu detail dengan pemilihan dokter untuk anak-anaknya, termasuk dokter gigi.

Baca juga: Cara Nadia Mulya Biasakan Anak-Anak Sikat Gigi sejak Dini

Putri Indonesia 2004 ini berkaca dari memori masa kecil saat berkunjung ke dokter gigi. “Kalau aku waktu kecil pengalamannya positif dengan dokter gigi. Saat itu, aku tinggal di Amerika Serikat. Di sana setiap kali ke dokter gigi, aku dikasih stiker dan ada wanginya, seperti stroberi. Di sana dokter gigi yang menangani anak-anak selalu punya kemampuan menghibur. Jadinya, momen pemeriksaan ke dokter gigi itu tidak jadi bad memory atau bahkan trauma,” kata Nadia Mulya saat ditemui di acara Pepsodent Senyum Sehat Cerahkan Masa Depan Anak Indonesia di Amertha Warung Coffee, Jakarta Selatan, Rabu 20 Maret 2019.

Pengalaman positif Nadia Mulya saat kecil juga ingin dilestarikan kepada keempat anaknya. Oleh karena itu, dia selalu browsing di internet ataupun bertanya kepada teman-temannya ketika memilih dokter gigi untuk anak-anaknya.

“Saya selalu himpun informasi dulu dari pengalaman teman-teman, meski saya sudah punya referensi. Tapi tak ada ruginya untuk selalu updates informasi. Bukan cuma browsing dokternya, saya juga browsing dulu tentang kemungkinan masalah gigi yang muncul masalah pada anak. Pas ketemu dokter, saya bisa minta saran terbaik dari pakarnya,” imbuh penulis buku The Pregnancy Handbook ini.

Lebih lanjut perempuan 39 tahun ini memberikan tips saat mengajak anak ke dokter gigi. “Ada dokter gigi yang menyanyi dulu agar anaknya secara sukarela membuka mulut. Tidak boleh ada paksaan yang nantinya jadi pengalaman buruk. Untuk anak-anak usia dini, ciptakan suasana anak bertemu dokter gigi seperti pergi ke pre-school. Sesuatu yang fun dan dilakukan sedini mungkin. Anak-anakku sudah ke dokter gigi sejak tiga tahun supaya kegiatan itu jadi rutinitas hingga mereka dewasa,” tukas Nadia Mulya.