Belum Tentu Hamil, Ini 8 Sebab Anda Telat Menstruasi

Reporter: Cantika.com
Editor: Yunia Pratiwi
Rabu, 13 Maret 2019 17:02 WIB
Belum Tentu Hamil, Ini 8 Sebab Anda Telat Menstruasi

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada kalanya Anda yakin minggu ini adalah waktunya menstruasi. Namun, yang bikin cemas karena biasanya telat menstruasi mengindikasikan seseorang hamil. Tapi setelah melakukan test pack, hasilnya negatif.

Baca juga: Siklus Menstruasi dan Gejala Haid yang Tidak Normal

Banyak hal yang dapat menyebabkan menstruasi tertunda. Siklus haid Anda yang kadang-kadang bervariasi juga normal, dan mungkin sebenarnya tidak disebabkan oleh apa pun. Melansir laman Cosmpolitan UK, berikut ini beberapa penyebab menstruasi terlambat.

#1. Penyakit
Dengan cara yang sama seperti flu perut atau flu biasa mempengaruhi sistem pencernaan dan pernapasan, dan kemungkinan juga berdampak pada siklus haid Anda. Jika memperhatikan bahwa menstruasi sedikit terlambat, dan Anda sakit bulan sebelumnya, kemungkinan penyakit tersebut penyebabnya.

#2. Obat
Setiap obat yang mempengaruhi produksi hormon, seperti obat tiroid atau steroid, dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkannya terlambat. Ini karena dapat mempengaruhi keseimbangan semua hormon di dalam tubuh. Setiap perubahan kadar hormon reproduksi Anda bisa berakibat pada periode yang tidak teratur.

#3. Salah perhitungan
Ada kemungkinan ketika melacak masa menstruasi, Anda tidak memperhatikan kurang satu atau dua hari. Siklus menstruasi umumnya adalah 28 hari, tapi ada yang lebih panjang atau lebih pendek, dan banyak juga yang tidak menyadari memiliki siklus yang sedikit tidak teratur. Oleh karena itu, jika menstruasi Anda lebih awal bulan sebelumnya, mungkin aka terlambat pada bulan berikutnya

#4. Perubahan rutinitas
Setiap perubahan pada rutinitas sehari-hari Anda dapat mempengaruhi siklus mesntruasi, sampai rutinitas kembali normal, atau tubuh Anda menjadi terbiasa dengan perubahan tersebut. Mungkin Anda telah memulai pekerjaan baru yang memiliki perjalanan lebih lama sehingga mengubah pola tidur, atau Anda telah menjadi vegan dan mengubah diet secara signifikan. Faktor gaya hidup ini dapat berdampak pada siklus menstruasi Anda karena mempengaruhi keseimbangan hormon.

#5. Olahraga berlebihan
Olahraga teratur direkomendasikan sebagai strategi pengobatan untuk mengurangi gejala siklus menstruasi yang menyakitkan dan negatif. Namun, olahraga ekstrem bisa menyebabkan penyimpangan siklus haid. Contoh paling parah adalah hilangnya menstruasi yang secara klinis dikenal sebagai amenore pada atlet kompetitif atau atlet olimpiade. Sebuah studi baru-baru ini juga menunjukkan bahwa latihan intensif yang sering terjadi mungkin merupakan sumber ketidakteraturan siklus yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.

#6. Kurang atau kelebihan berat badan
Setiap perubahan drastis atau mendadak terhadap berat badan Anda dapat mempengaruhi ovulasi Anda. Misalnya sangat membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi dapat menyebabkan hormon reproduksi berhenti, sementara penambahan berat badan dapat menyebabkan estrogen meningkat, keduanya dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

#7.Stres
Stres tidak hanya menimbulkan efek buruk pada kesehatan mental Anda, namun juga berdampak pada fisik. Stres mengaktifkan jalur hormonal dalam tubuh, mendorong pelepasan hormon stres kortisol yang bekerja untuk mengendalikan respons stres dalam tubuh. Pelepasan kortisol dapat menekan kadar hormon reproduksi normal, yang berpotensi menyebabkan ovulasi abnormal sehingga mengganggu siklus menstruasi.

#8. Perjalanan
Jet lag juga mempengaruhi siklus menstruasi Anda. Jadi jika baru saja bepergian, bisa jadi alasan menstruasi Anda terlambat. Saat melakukan perjalanan melintasi zona waktu, Anda tiba-tiba terekspos cahaya pada waktu yang berbeda sepanjang hari. Ini membuang ritme sirkadian Anda, yang bekerja bersamaan dengan siklus haid. Penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan sedikit cahaya redup dan tiruan memicu perubahan hormon dalam tubuh. Hal ini terutama terjadi jika Anda melakukan perjalanan dari barat ke timur karena lebih sulit bagi tubuh menyesuaikan diri dengan hari yang lebih pendek.