Siklus Menstruasi dan Gejala Haid yang Tidak Normal

Reporter: Yunia Pratiwi
Editor: Rini Kustiani
Kamis, 15 Maret 2018 15:00 WIB
Siklus Menstruasi dan Gejala Haid yang Tidak Normal

CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap perempuan memiliki siklus menstruasi dan gejala haid yang berbeda. Dokter kandungan di Rumah Sakit Winnie Palmer for Women and Babies, Amerika Serikat, Christine Greves, mengatakan menstruasi adalah indikator kesehatan ginekologi yang cukup akurat.

Artikel terkait siklus menstruasi:

Siklus Menstruasi Bikin Nyeri, Ini 4 Makanan Pereda Sakit Haid

"Jika terjadi sesuatu pada kesehatan perempuan secara keseluruhan, kondisi ini bisa mempengaruhi siklus dan durasi haid," kata Greves. Berikut ini siklus menstruasi dan gejala selama haid yang harus diwaspadai.

1. Siklus menstruasi kurang dari 20 hari
Sekali lagi, siklus menstruasi setiap perempuan berbeda. Namun, jika kamu mengalami siklus yang lebih pendek, ini bisa menjadi gejala disfungsi ovulasi atau kelainan tiroid. Selain itu, mungkin terjadi gangguan fungsi ovarium atau polycystic ovary syndrome (PCOS) dan polip rahim yang memicu pendarahan tidak teratur.

2. Menstruasi lebih dari 7 hari
Banyak faktor yang mempengaruhi durasi haid, termasuk stres. Beberapa perempuan mengalami masa menstruasi yang cukup lama. Tapi, jika durasi haid lebih lama daripada biasanya, juga bisa disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan polip rahim. "Kemungkinan terburuknya adalah kanker rahim," ucap Christine Greves, seperti dikutip dari Women’s Health.

3. Gumpalan darah besar
Jika ada gumpalan darah yang keluar saat menstruasi, itu masih bisa dikatakan normal. Tapi, jika gumpalan darah ini keluar dengan konsisten dan ukurannya terus membesar, misalnya sebesar bola golf, ini kemungkinan gejala fibroid rahim.

"Fibroid merupakan pertumbuhan non-kanker yang berkembang di rahim," kata Jessica Shepherd, asisten profesor kebidanan dan ginekologi klinis di University of Illinois College of Medicine di Chicago, Amerika Serikat.

4. Ganti pembalut tiap 1 jam atau kurang
Perdarahan yang "banjir" memaksamu lebih sering mengganti pembalut. Kondisi ini sangat bisa menjadi indikasi ada polip di rahim atau fibroid rahim. Namun, jika gejala tersebut disertai sesak napas dan pusing dengan perdarahan hebat, segera berkonsultasi ke dokter. Sebab, gejala ini bisa menjadi pertanda kamu menderita anemia atau mungkin ketidakseimbangan hormon yang memicu perdarahan.

5. Tidak haid, tapi tidak sedang hamil atau menyusui
Stres atau sedang melakukan olahraga dengan intensitas tinggi bisa membuat kamu melewatkan satu periode haid. Tapi masalah tiroid juga bisa memicu terhentinya menstruasi. Jika kamu melewatkan satu periode menstruasi dan tidak merasa sakit, tidak perlu khawatir. Hanya, jika kondisi itu berulang kali terjadi, segera konsultasi ke dokter karena kemungkinan ada ketidakseimbangan hormon.