Dampak Negatif Anak Punya Terlalu Banyak Mainan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Ilustrasi anak-anak dan mainan. Shutterstock.com

Ilustrasi anak-anak dan mainan. Shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Anak sering kali minta mainan baru, padahal mainan di rumah sudah sangat banyak. Jika begini, kadang mainan lama jadi telupakan. Ternyata jumlah mainan yang terlalu banyak justru menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak. 

Baca juga: Kata Pakar Sebenarnya Anak Tak Butuh Mainan, Simak Maksudnya

Menruut Ketua Departemen Pengembangan Manusia dari Connecticut College di Amerika Serikat, Margaret Sheridan, Ph.D., anak balita akan kewalahan jika memiliki terlalu banyak mainan. Anak tidak bisa fokus pada mainan sebanyak itu. “Anak akan memilih salah satu mainan miliknya, meletakannya kembali, dan beralih ke mainan lain. Mereka tidak mampu fokus memanfaatkan mainan mereka secara maksimal," ujarnya. 

Ilustrasi mainan anak. shutterstock.com 

 

Sedangkan untuk anak berusia di atas 6 tahun, mereka akan kesulitan menghargai mainan yang dimiliki karena merasa punya banyak. Hal ini mengakibatkan anak tidak belajar rasa tanggung jawab terhadap barang miliknya. Dampak negatif lain, tingkat kreativitas anak dalam bermain berkurang.

Penelitian yang dilakukan tahun 2017 oleh Universitas Toledo di Amerika Serikat, menyimpulkan anak akan lebih kreatif ketika bermain dengan mainan yang lebih sedikit. Penelitian yang melibatkan 36 balita ini juga menunjukkan anak akan bermain lebih lama dengan setiap jenis mainan saat jumlah mainan mereka sedikit. 

Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat para ahli yang menganjurkan untuk membatasi jumlah mainan anak. Konselor klinis dari Institut Neufeld, Amerika Serikat, Deborah MacNamara, Ph.D, mengatakan anak tidak selalu butuh mainan ketika bermain. “Mereka akan mengeksplorasi lingkungan dan barang-barang di sekitar yang menarik untuk mereka,” papar penulis buku Rest, Play, Grow ini.

Artikel lain: Anak Banyak Bertanya, Lakukan 4 Hal Ini agar Ia Tak Kecewa

Kendati tak ada takaran pasti terkait jumlah mainan yang ideal untuk anak, para ahli menduga rata-rata anak memiliki mainan yang terlalu banyak. Cara utama untuk membatasi jumlah mainan, dengan mengurangi kebiasaan membelikan mainan pada anak.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."