Faktor Pemicu Pelecehan Seksual Terjadi pada Anak

Ilustrasi anak ketakutan. shutterstock.com

keluarga

Faktor Pemicu Pelecehan Seksual Terjadi pada Anak

Sabtu, 2 Februari 2019 15:07 WIB
Reporter : Silvy Riana Putri Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi belakangan ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Sebab pelakunya biasa saja dari orang-orang terdekat, bahkan dari anggota keluarga si anak. 

Baca juga: Cara Menjaga Hubungan Anak dan Orang Tua di Era Digital

Psikolog Rose Mini Agoes Salim mengatakan, salah satu pemicu kasus pelecehan seksual pada anak karena semakin mudahnya mengakses atau mengunduh video-video yang menstimulasi gairah para pelaku. "Kalau dia terstimulasi, maka berkhayal dan kemudian mencari cara untuk melampiaskannya. Anak salah satu orang yang paling mudah didekati dan tidak punya power. Mereka juga tidak perlu mengeluarkan banyak uang,” ungkap Rose Mini Agoes Salim saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat anak menjadi korban pelecehan seksual dengan pelaku ayah atau pamannya, hal itu juga didorong oleh faktor kedekatan dan rasa takut si anak. “Karena si anak tidak punya power, maka orang-orang dewasa yang tidak bertanggung jawab tersebut memanfaatkannya sebagai objek,” tukas Rose Mini.

Dia pun menyarankan para orang tua untuk memberikan edukasi seks sejak dini tentang organ kelamin, cara melindungi, dan siapa saja yang boleh menyentuhnya.

“Komunikasi dan edukasi salah satu kunci orang tua membentengi anak dari tindakan pelecehan seksual. Kalau dia belum bersekolah, tentu lebih mudah pengawasannya saat bermain. Lain cerita, ketika dia sudah berkegiatan di sekolah. Teman-teman anak juga harus diberikan edukasi seks sejak dini. Tujuannya agar peers tersebut memiliki pemahaman sama untuk saling melindungi. Orang tua juga jangan malas bertanya apa saja kegiatan anak selama di luar rumah. Ini bentuk perlindungan juga bagi anak, asalkan cara komunikasinya jangan kepo dan tidak menginterogasi,” tandas Rose Mini.

Artikel lain: 3 Bentuk Pelecehan yang Sering Dianggap Sepele