Istri Ustad Maulana Meninggal karena Kanker Usus Kenali Gejalanya

Nuraliyah Ibnu Hajar, istri Ustadz Maulana meninggal dunia pada hari Minggu, 20 Januari 2019. Instagram.con

kesehatan

Istri Ustad Maulana Meninggal karena Kanker Usus Kenali Gejalanya

Senin, 21 Januari 2019 13:01 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga Ustad Maulana. Sang istri, Nuraliyah Ibnu Hajar meninggal pada Minggu 20 Januari 2019 di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, waktu setempat. Istri Ustad Maulana meninggal setelah lama menderita kanker usus.

Baca juga: Awas, Kanker Usus Besar Mengintai Perempuan Obesitas

Kanker usus adalah salah satu kanker paling umum pada pria dan wanita. Meskipun sedikit lebih umum pada pria, 1 dari setiap 24 wanita didiagnosis dengan kanker usus besar. Apa saja gejala kanker usus besar pada wanita?

Seperti dikutip dari laman Roswell Park, kanker usus stadium awal jarang menyebabkan gejala yang jelas, sehingga sangat penting untuk mengetahui tanda-tandanya. Pertama adalah perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare dan sembelit. Ada darah di tinja, nyeri perut, kram, kembung atau perut terasa tidak nyaman. Penurunan berat badan dan anemia tiba-tiba.

Banyak dari gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh masalah lain, seperti pola makan yang buruk, infeksi virus, dan sindrom iritasi usus. Kenali tubuh Anda dengan baik, jika salah satu dari gejala-gejala ini bertahan lebih dari 1 bulan segera konsultasikan dengan dokter. 

Wanita yang belum menopause atau berhenti haid mungkin akan mengabaikan tanda-tanda peringatan dini kanker usus, seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Hal tersebut disebabkan karena kebiasaan dengan rasa tidak nyaman dari menstruasi, jadi kesulitan untuk membedakannya. 

Jika ada bingung dengan cara membedakan masalah dari usus dengan menstruasi, bicarakan dengan dokter kandungan atau dokter umum Anda. Early Screening atau deteksi dini dianjurkan untuk siapa saja yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus. Sebaiknya dilakukan sebelum usia 50 tahun.