Bunda, Jangan Main Ponsel Saat Mengasuh Anak, Ketahui Dampaknya

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Ilustrasi ibu menina-bobokan anak/ tidur dengan anak. Juniorsclub.com

Ilustrasi ibu menina-bobokan anak/ tidur dengan anak. Juniorsclub.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Mengasuh anak mungkin terkadang membosankan. Anak asyik sendiri dengan mainannya atau sambil menggendong anak, ibu juga mencari kesenangan dengan telepon selularnya. Bunda memang kerap menggunakan ponsel untuk mencari informasi tentang metode pengasuhan, promo belanja, atau memenuhi kebutuhan berinteraksi dengan teman. Tapi apakah itu semua tepat dilakukan sembari mengasuh anak?

Baca juga:
Pertanyaan Arsy yang Bikin Ashanty Bilang: Aduh, Mati Gue!

Sebuah penelitian dari Universitas California, Amerika Serikat menunjukkan menggendong atau mengasuh balita sembari menggunakan gadget tidak baik untuk perkembangan otak anak. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati ibu yang mengasuh bayinya sambil tetap aktif menggunakan ponsel. Hasilnya, perhatian ibu akan terpecah antara gadget dengan anak.

Saat notifikasi muncul di ponsel pintarnya, bunda akan mengalihkan perhatiannya untuk mengecek pesan atau panggilan yang masuk dan mengabaikan anak yang ada di dekatnya. Menurut kepala penelitian dokter Tallie Z Baram, kondisi ini membuat rangsangan atau stimulus dari ibu kepada bayi terhenti dan bisa mempengaruhi perkembangan otak anak.

"Perawatan bayi yang konsisiten dari ibu sangat penting untuk perkembangan otak bayi. Sebab, rangsangan yang terus menerus akan memperkuat pertumbuhan jaringan sel saraf bayi," kata dia. Bagian otak bayi yang bernama dopamine-receptor merupakan 'saluran' kesenangan yang perkembangannya belum matang.

Kematangan bagian otak ini bisa dirangsang melalui stimulus yang dilakukan ibu secara teratur dan konsisten. Jika proses pembangunan 'saluran' kesenangan di otak itu tidak berjalan dengan baik, maka anak cenderung mudah depresi di masa depan. Selain itu, karena konsentrasi ibu terpecah antara mengasuh bayi dan ke gadget, perkembangan bahasa anak juga akan terganggu.

Ibu yang lebih asyik dengan gadgetnya akan lupa mengajak anaknya berbicara. Padahal itu salah satu cara untuk mengenalkan bahasa kepada anak. "Konsentrasi yang terpecah itu dapat merusak ikatan sosial antara anak dan orang tua," ucap Baram. Dia menyarankan siapapun mematikan atau menjauhkan gadget saat mengasuh dan memberikan perhatian penuh kepada anak.

AURA

Artikel lainnya:
Kriteria Kamar yang Sehat untuk Anak, dari Lampu sampai Ventilasi

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."