Demi Lovato Temukan Cara Bahagia Sebelum Overdosis

Penyanyi Demi Lovato, berpose saat tiba dalam acara MTV European Music Awards 2017 di Wembley arena, London, 12 November 2017. REUTERS/Hannah McKay

kesehatan

Demi Lovato Temukan Cara Bahagia Sebelum Overdosis

Kamis, 26 Juli 2018 16:00 WIB
Reporter : Yatti Febri Ningsih Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Penyanyi Demi Lovato dilarikan ke rumah sakit karena mengalami overdosis obat-obatan terlarang dan alkohol. Pada 2010, perempuan 25 tahun ini harus menjalani rehabilitasi karena ketergantungan itu. Setahun kemudian dia didiagnosa mengidap gangguan kejiwaan bipolar.

Baca juga:Bikin Stres, Demi Lovato Putuskan Berhenti DietDemi Lovato Alami Gangguan Makan, Belajar Cintai Tubuh

Sebelum mengalami overdosis, Demi Lovato mengatakan sedang belajar menjalani hidup dengan bahagia. Mengutip laman Fitnessmagazine, Demi Lovato memilih berolahraga dan membuat tubuhnya penuh keringat agar merasa sehat, baik fisik maupun mental. "Dengan berolahraga, energi dan daya tahan tubuh saya meningkat. Saya merasa jauh lebih kuat dan segar," ucap Demi Lovato.

Pelantun tembang 'Let It Go' ini juga memperhatikan bagaimana rekan sesama artis lainnya menjalani hidup dengan apa adanya. Demi Lovato mengaku mencontoh Beyonce, Iggy Azalea, dan Jennifer Lopez, untuk tidak terobsesi pada kesempurnaan dengan menyembunyikan kekurangan dia ke publik. "Kalau mereka saja bisa, saya yakin saya juga bisa," katanya seraya bersyukur dengan semua pencapaiannya selama ini.

Penyanyi Demi Lovato menggunakan kostum seperti ratu musik legendaris Tejano Selena Quintanilla saat merayakan liburan di awal dengan teman-teman. snapchat

Demi Lovato juga memilih tim dan teman yang memberikan dukungan kepadanya serta melakukan kegiatan menyenangkan bersama-sama. Misalnya, ketika Demi Lovato dan Christina Perri sedang tur bersama, mereka bersepeda santai seusai konser. "Itu menyenangkan sekali. Kami biasanya minum jus sayuran dan berbincang hangat," kata dia.

Setelah divonis mengidap bipolar, Demi Lovato memilih blak-blakan tentang hal itu. Langkah ini dilakukan karena dia tahu masih banyak orang di sekeliling yang mencintainya. "Saya ingin berada di dalam lingkungan di mana saya tidak perlu malu meminta bantuan," ucap dia.