Dampak Terlalu Banyak Nonton Piala Dunia, Awas Serangan Jantung

Seorang penggemar timnas Prancis ikut menghadiri pertandingan Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Australia di Kazan Arena, Kazan, Rusia, 16 Juni. REUTERS/Toru Hanai

kesehatan

Dampak Terlalu Banyak Nonton Piala Dunia, Awas Serangan Jantung

Rabu, 20 Juni 2018 18:01 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Yunia Pratiwi

CANTIKA.COM, Jakarta - Sepak bola tidak hanya digemari oleh kaum pria tapi juga wanita. Terlebih dengan adanya Piala Dunia 2018 membuat banyak orang menantikan penampilan terbaik tim favorit mereka.

Tapi, tahukah Anda bahwa terlalu banyak menonton sepak bola seperti Piala Dunia akan berdampak pada kesehatan. Konon menonton pertandingan olahraga dapat membuat stres. Hal itu ditemukan dalam penelitian di Canadian Journal of Cardiology. Peneliti menemukan bahwa denyut jantung manusia meningkat 75 persen ketika menonton pertandingan sepak bola di televisi. Hal itu setara dengan stres jantung. 

Artikel lainnya:Piala Dunia 2018, Ini 6 Hal Serunya Punya Pacar Pesepakbola10 Cara Sederhana Meredakan Stres

Mengutip laman Time, penelitian sebelumnya telah menghubungkan menonton acara olahraga dan kesehatan, dalam hal ini meningkatnya risiko serangan jantung dan kematian mendadak di kalangan penonton dan menyebut secara khsusus akan berdampak untuk orang-orang dengan penyakit arteri koroner. 

Penelitian melibatkan 20 orang dewasa yang tinggal di Montreal, Kanada, yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Mereka memberikan informasi tentang kesehatan umum dan mengisi kuesioner “fan passion” untuk menentukan bagaimana mereka adalah pendukung  tim Liga Hoki Nasional (NHL), Montreal Canadiens.

Suporter tim Jerman bersedih seusai timnya kalah dari Meksiko dalam penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Rusia, 17 Juni. REUTERS/Axel Schmidt

Baca juga:Daripada Tidak Makan Malam, Lebih Baik Pilih Makanan yang TepatKaki Berbau Akibat Perjalanan Mudik, Atasi dengan Cara Berikut

Kemudian, para peneliti dari Universitas Montreal mengukur detak nadi semua orang saat menonton pertandingan Canadiens. Setengah menonton di televisi dan setengahnya langsung di arena. Mereka menemukan bahwa detak jantung pemirsa televisi meningkat rata-rata 75 persen dan detak jantung peserta pertandingan meningkat sebesar 110 persen.

Itu sama dengan meningkatnya denyut jantung yang terlihat selama berolahraga berintensitas sedang hingga berat. Denyut jantung peserta tinggal di atas ambang batas untuk aktivitas fisik sedang selama sekitar 39 menit ketika menonton pertandingan di televisi.

Mereka yang di arena, denyut jantung berada di atas ambang batas aktivitas moderat selama 72 menit, dan di atas ambang batas aktivitas-kuat selama hampir 13 menit. Untuk itu, sekalipun banyak orang menunggu dan menantikan ajang olah raga ini disarankan untuk menjaga kesehatan serta selalu menjaga pola hidup sehat.

YATTI FEBRI NINGSIH