Bekal Orang Tua Saat Anak Bertanya soal Perbedaan Agama dan Suku

Ilustrasi anak tarawih. REUTRES

keluarga

Bekal Orang Tua Saat Anak Bertanya soal Perbedaan Agama dan Suku

Jumat, 8 Juni 2018 08:45 WIB
Reporter : Yatti Febri Ningsih Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Keberagaman budaya, suku bangsa, agama, sampai sudut pandang dalam kehidupan mesti dipelajari anak sejak dini. Ketika anak mengetahui ada berbagai perbedaan di lingkungannya, mereka pasti bertanya kepada orang tua kenapa itu bisa terjadi.

Baca juga:Sukar Memahami Suasana Hati Anak, Coba Cara BerikutPertama Kali Mudik Lebaran Bersama Anak, Simak Tipsnya Berikut

Ketika bulan Ramadan misalnya, anak mungkin bertanya kenapa ada temannya yang tidak puasa, kenapa temannya harus mudik bersama orang tuanya saat Lebaran, dan lain sebagainya. Psikolog anak Feka Angge Pramita berpesan agar orang tua memberikan jawaban yang tepat saat anak bertanya tentang berbagai perbedaan agama, suku, hingga pola pikir yang ada di masyarakat.

"Kalau mau menjawab atau mengajarkan tentang keberagaman kepada anak, orang tua harus paham apa perbedaan satu sama lain dan memberikan pengertian yang benar dan mendidik," kata Feka Angge Pramita di acara buka puasa bersama Frisian Flag Indonesia di Pasar Baru, Jakarta Pusat. "Jadi, yang paling penting adalah kesiapan orang tua dalam menjawab karena mereka diharapkan lebih tahu apa itu keberagaman."

Artikel lainnya:Anak Sandra Dewi Ramah Gampang Tertawa, Ada Sejarahnya

Feka Angge mencontohkan ketika anak bertanya kenapa ada banyak agama di dunia. Di sini, orang tua semestinya menanamkan pemahaman terlepas agama apapun yang dianut, bahwa agama itu sesuatu yang diyakini benar dan inti ajarannya adalah kebaikan. "Kemudian menjelaskan misalnya tentang ritual agama dan apa tujuan melakukan itu," kata dia.

Anak yang menyadari perbedaan di sekitarnya, menurut Feka Angge, berarti telah mengamati dengan detail apa yang terjadi. Dengan begitu, orang tua bisa sekaligus mendalami sejauh mana pengetahuan anak tersebut tentang keberagaman itu sendiri. "Balik bertanya kepada anak, kenapa dia menanyakan itu dan pengalaman apa yang membuatnya ingin tahu tentang keberagaman," ucap Feka Angge.