Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepedihan dan Dukacita Zivanna Letisha untuk Affan Kurniawan, Korban Kebobrokan Sistem

foto-reporter

Reporter

google-image
Zivanna Letisha/Foto: Instagram/Zivanna Letisha

Zivanna Letisha/Foto: Instagram/Zivanna Letisha

Advertisement

CANTIKA.COM, Jakarta - Unjuk rasa yang berujung ricuh di sekitar Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025 meninggalkan duka dalam. Aksi yang digelar sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah dan DPR ricuh dan terjadi bentrokan anatara demonstran dan aparat keamanan di Kawasan Pejompongan, Jakarta. Peristiwa tersebut pun memancing amarah banyak orang, termasuk para artis, yang menyuarakan keprihatinan dan kekecewaannya lewat media sosial, sekaligus mendoakan Indonesia lekas pulih.

Melansir Tempo, selain tembakan gas air mata, sebanyak dua pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan menjadi korban akibat dilindas kendaraan taktis atau ratis milik BRIMOB. Dari peristiwa tersebut, satu korban bernama Affan Kurniawan dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Nasional Dr Cipto Mangunkusumo. Korban lainnya atas nama Moh Umar Amarudin mengalami patah kaki dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat.

Publik figur sekaligus Puteri Indonesia 2008, Zivanna Letisha, menyuarakan keprihatinannya atas situasi sosial-politik yang terjadi di Indonesia, terutama setelah meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang menjadi korban dalam situasi kerusuhan meski tidak sedang ikut berdemo.

Dalam unggahan di media sosial, Zivanna menegaskan bahwa peristiwa tersebut mencerminkan rapuhnya sistem yang ada di negeri ini. “The power of the people will always be greater than the people in power. Akhir-akhir ini dan puncaknya pada kemarin, seluruh rakyat Indonesia menjadi saksi akan kebobrokan sebuah sistem,” tulisnya.

Zivanna menyampaikan duka mendalam untuk almarhum Affan yang saat kejadian hanya sedang mengantar makanan. Ia berharap Affan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Lebih jauh, Zivanna menilai kemarahan rakyat sudah lama terpendam, dan peristiwa ini menjadi titik balik yang memperlihatkan betapa usangnya cara para pemimpin negeri dalam merespons aspirasi masyarakat. “Rakyat kita banyak yang cerdas. Hanya saja Anda-anda yang berada di atas harus lebih bijaksana melihat keadaan. Buka mata. Buka hati. Buka telinga. Pancasila bukan bercanda,” ungkapnya.

Dalam unggahan lainnya, Zivanna juga menyinggung potret seorang ibu berjilbab merah muda yang turun ke jalan menyuarakan kekecewaannya. Ia menekankan bahwa aksi itu bukanlah hal yang “keren”, melainkan cerminan kondisi bangsa yang menyedihkan. 

“SeMUAK apa beliau sampai rela meninggalkan keluarganya hanya untuk berteriak menyampaikan kekecewaannya? Kalau boleh memilih, Ibu ini juga pasti inginnya di rumah saja… Tapi keadaan hati memaksa untuk keluar dan menjerit sekuat tenaga,” tulisnya.

Zivanna menutup dengan pesan empati kepada sosok ibu tersebut dan rakyat yang turut menyuarakan keresahan. “So, no. This is not cool. We are not okay. Semoga Ibu bisa maafkan negeri ini, walaupun sulit. Sehat-sehat Ibu. Kita semua bersamamu." tulisnya. Unggahan Zivanna itu menuai respons dari warganet yang turut merasakan kesedihan sekaligus kekecewaan mendalam terhadap kondisi bangsa.

Pilihan Editor: Sosok Mooryati Soedibyo di Mata Zivanna Letisha dan Artika Sari Devi

TEMPO.CO

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Advertisement

Recommended Article

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."
Advertisement