Vaginitis dan Keputihan jadi Masalah Utama yang Sering Dikeluhkan Wanita

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi vagina. Shutterstock

Ilustrasi vagina. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Berdasarkan data, 7 dari 10 wanita di seluruh dunia pernah mengalami vaginitis setidaknya sekali dalam hidup mereka1. 2 dari 3 wanita di Indonesia mengeluhkan gatal-gatal, 3 dari 5 wanita di Indonesia mengalami keputihan, 1 dari 2 wanita mengeluhkan bau tak sedap di area kewanitaan. 

Gejala-gejala tersebut, tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda awal iritasi yang, jika dibiarkan, dapat berkembang menjadi infeksi. Oleh karena itu, wanita harus memahami pentingnya memiliki kebiasaan menjaga kebersihan area kewanitaan, terutama saat menstruasi. 

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dokter Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, M.Kes, FICS menjelaskan jika agina yang sehat memiliki pH 3.5 - 4.5. pH yang lebih tinggi dapat mendukung pertumbuhan bakteri patogen dan mengganggu flora normal. 

Ketidakseimbangan flora normal dan perubahan pH di area kewanitaan dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti rasa gatal, bau tidak sedap, dan keputihan. Faktanya, saat menstruasi, 72 persen wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi vagina saat menstruasi  karena darah haid bersifat basa dan dapat meningkatkan pH vagina.

Penting bagi wanita untuk memiliki kebiasaan menjaga kebersihan organ kewanitaan setiap hari, terutama saat menstruasi, karena menstruasi memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas ekosistem vagina . 

Saat mengalami gejala awal iritasi, penggunaan produk antiseptik juga disarankan. Antiseptik yang baik sebaiknya mengandung Povidone Iodine, karena memiliki spektrum luas, mampu mengembalikan keseimbangan pH, dan dengan cepat memulihkan flora normal, sehingga efektif mengatasi infeksi di area kewanitaan ," ucap Dokter Dara di acara Betadine X Guardian Press Conference “Tetap Nyaman, Aktif dan Sehat Selama Red Days #BukanHalangan, Selasa, 28 Mei 2024. 

Data menunjukkan bahwa dua dari tiga wanita pernah mengalami gejala gatal, bau tidak sedap, dan keputihan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih dengan berkembangnya kebiasaan konsumen seperti waxing dan shaving, resiko iritasi area kewanitaan pun akan meningkat. Betadine Feminine Hygiene dengan Povidone Iodine 10% merupakan langkah pertama dalam mengatasi gejala infeksi saat Red Days. 

Head of Marketing PT Mundipharma Healthcare Indonesia, Anastasia Damayanti mengungkapkan alam peringatan Menstrual Hygiene Day 2024, Betadine bermitra dengan Guardian untuk memberikan edukasi kepada wanita Indonesia mengenai pentingnya kebersihan kewanitaan, terutama saat Red Days, melalui produk Betadine Feminine Hygiene dengan Povidone Iodine 10% yang dikenal sebagai #BotolUngu. "Kami berkomitmen untuk memastikan wanita Indonesia tetap nyaman, aktif, dan sehat selama menstruasi karena bagi kami, menstruasi #BukanHalangan," ucap Anastasia. 

Pilihan Editor: Segera Periksa ke Dokter Jika Keputihan Berbau Tak Sedap dan Warna Berubah

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."