7 Tanda saatnya Kamu Pindah Pekerjaan, Terlalu Nyaman

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi wanita percaya kerja saat bekerja di kantor. shutterstock.com

Ilustrasi wanita percaya kerja saat bekerja di kantor. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi sebagian besar orang dewasa, bekerja adalah bagian hidup yang tidak bisa dihindari. Namun hanya karena pekerjaan itu penting bukan berarti Anda harus merasa sengsara setiap kali Anda bekerja. Pindah pekerjaan bisa menjadi opsi prioritas bila dibutuhkan. 

Mendengarkan apa yang pikiran dan tubuh Anda katakan mengenai sikap Anda terhadap pekerjaan adalah cara penting untuk mengetahui apakah pekerjaan Anda masih tepat untuk Anda.

Berikut 7 tanda jelas sudah waktunya berganti pekerjaan:

1. Didera Kecemasan 

Jika Anda merasa cemas saat bekerja, itu mungkin merupakan tanda dari sistem saraf Anda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.  Ada jenis kecemasan tertentu yang produktif. Artinya, perasaan itu mendorong kita untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. 

Namun jika Anda menghindari tugas-tugas baru atau mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan Anda di tempat kerja, itu mungkin cara pikiran Anda memberi tahu Anda bahwa Anda harus mencari pekerjaan baru.

2. Bosan

Menjadi bosan adalah tanda yang jelas bahwa Anda sudah melampaui batas pekerjaan Anda.  Tidak merasa tertantang atau bersemangat dengan apa yang Anda lakukan berarti Anda sedang berada dalam masa jeda, inilah saatnya untuk melepaskan diri. Jika ternyata Anda tidak mencari proyek baru, itu bisa berarti Anda siap untuk sesuatu yang baru. Saat Anda merasa bergairah terhadap sesuatu, Anda akan tetap terlibat, termotivasi, dan ingin tahu.

3. Perhatian Anda terganggu

Jika Anda mendapati diri Anda melakukan sesuatu selain pekerjaan Anda, itu bisa berarti Anda sudah siap untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

Memeriksa SMS dan menonton video anak anjing lucu untuk didekompresi di sela-sela rapat adalah hal yang wajar, tetapi jika Anda menggunakan ponsel sepanjang hari atau melewatkan tenggat waktu penting, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk mencari posisi baru. 

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan apa tujuan profesional Anda, dan tanyakan pada diri Anda apakah pekerjaan Anda saat ini membantu Anda mencapai tujuan tersebut. Jika jawabannya “tidak”, pikirkan jalan lain yang dapat Anda lalui.

4. Anda terlalu nyaman

Ada alasan mengapa melangkah keluar dari zona nyaman terasa mengasyikkan, meski membuat Anda merasa gugup: Berada dalam posisi di mana Anda merasa sangat nyaman, hampir terlalu nyaman, dapat menyebabkan perasaan malas atau tidak termotivasi. 

Tidak mungkin mempertahankan pola pikir berkembang jika Anda sudah terbiasa dengan status quo di tempat kerja.

Jika Anda tidak lagi mengerjakan proyek yang sulit dan hanya memberikan upaya minimal untuk menyelesaikannya, Anda mungkin siap untuk sesuatu yang baru.

5. Menunda-nunda Pekerjaan

Terkadang, kesulitan memulai tugas bisa menjadi tanda neurodivergence, seperti menderita ADHD. Namun, di lain waktu, Anda menunda-nunda karena tidak merasa terinspirasi untuk mengerjakan tugas yang ada di depan Anda.

Penundaan adalah jalan yang sulit untuk dilakukan. Satu menit, Anda tidak melakukan apa pun, dan menit berikutnya, Anda bekerja keras untuk menyelesaikan semuanya pada waktunya.

6. Kelelahan

Kelelahan di tempat kerja terjadi ketika Anda memaksakan diri melampaui batas kemampuan Anda, mengabaikan batasan Anda sendiri. Terkadang, kelelahan terjadi karena atasan Anda menelepon Anda setelah jam kerja selesai, atau ekspektasi terhadap tempat kerja Anda terlalu tinggi.

Kelelahan dapat mengakibatkan masalah kesehatan fisik dan mental yang besar, dan dapat memengaruhi kualitas hubungan Anda di luar pekerjaan.

Jika Anda merasa jenuh, langkah pertama yang harus dilakukan adalah istirahat sejenak dari pekerjaan untuk melakukan dekompresi dan kalibrasi ulang. Langkah selanjutnya adalah menilai kembali pekerjaan Anda secara keseluruhan. Apakah itu membuat Anda merasa puas atau tidak? Jika tidak, mungkin ini saatnya untuk melanjutkan. 

7. Merasa Tidak Berhasil 

Meskipun beberapa pelatih karier menganjurkan untuk hanya melakukan hal-hal minimal di tempat kerja, penting juga untuk merasa bahwa pekerjaan Anda penting, setidaknya bagi diri Anda sendiri. Jika Anda merasa belum menyelesaikan sesuatu yang bernilai dalam enam bulan terakhir, Anda harus mempertimbangkan untuk mencari peran baru.

Meskipun kita tidak harus membangun seluruh hidup kita atau perasaan diri kita di sekitar pekerjaan kita, ada manfaatnya menikmati apa yang Anda lakukan selama 40 jam seminggu.  Anda berhak menghabiskan waktu Anda dalam peran yang membuat Anda merasa baik, jadi jangan ragu untuk melanjutkan hidup ketika waktunya tepat.

Pilihan Editor: 6 Tanda Orang Tak Bahagia dengan Karir dan Pekerjaan

YOUR TANGO 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."