Hingga 5 April 2024, Ada 60 Event Meriahkan Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Tarian Beksan Trunajaya membuka Pameran Abhimantrana, Upacara Adat Keraton Yogyakarta yang digelar 9 Maret hingga 25 Agustus 2024. (Dok. Istimewa)

Tarian Beksan Trunajaya membuka Pameran Abhimantrana, Upacara Adat Keraton Yogyakarta yang digelar 9 Maret hingga 25 Agustus 2024. (Dok. Istimewa)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta atau atau DIY diperingati baru saja berulang tahun ke-269 pada 13 Maret 2024. Hari jadi DIY sesuai dengan Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024. Dalam rangka peringatan pertama Hari Jadi DIY, ada sederet acara atau event yang digelar mulai 5 Maret hingga 5 April 2024 mendatang.

"Total ada lebih dari 60 event untuk memeriahkan peringatan Hari Jadi DIY tahun ini," kata Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono pada Rabu, 13 Maret 2024.

Event itu seperti ziarah ke makam Astana Kotagede, Astana Pajimatan Imogiri, dan Astana Girigondo. Lalu ada malam tirakatan, pameran UMKM, pagelaran wayang orang, wayang kulit, bazar gelar pangan murah, seminar, dan workshop yang semuanya disebar lokasi pelaksanaannya. Ada juga event yang diselenggarakan di kompleks Pemda DIY, ada pula di kelurahan-kelurahan.

"Acara itu tidak hanya berbentuk seremoni, tapi juga bagaimana meningkatkan giat masyarakat," kata dia.

Pada malam tirakatan di Bangsal Kepatihan Yogyakarta pada 12 Maret, masyarakat disuguhi Beksan Tahta Pangeran Mangkubumi. Tarian ini menceritakan tentang dipecahnya Kerajaan Mataram menjadi dua bagian lewat Perjanjian Giyanti.

Kerajaan Mataram menjadi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin Pangeran Mangkubumi dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dipimpin Paku Buwono III. Pangeran Mangkubumi kemudian menyandang gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Memperkuat Jati Diri Yogyakarta

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan, pengesahan Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi pijakan untuk memperkuat karakter dan jati diri Yogyakarta sebagai bagian NKRI. 

"Penyusunan Perda Hari Jadi DIY berlandaskan pada aspek sejarah yang tidak dapat dipandang hanya sebagai kenangan semata," kata Sultan.

Penetapan Hari Jadi DIY ini merujuk rangkaian histori berdirinya Keraton Yogya atau Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat yang merupakan separuh Nagari (Kerajaan) Mataram pada 13 Maret 1755, atau dalam kalender Jawa, Kemis Pon tanggal 29 Jumadil'awal tahun Be 1680. Sultan berharap penetapan tanggal 13 Maret 1755 sebagai Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi semangat mewujudkan mimpi DIY sebagai daerah tujuan wisata, kota budaya, dan pusat pendidikan terkemuka di Asia Tenggara.

Pilihan Editor: Cerita Mengunjungi Museum Ullen Sentalu, Lebih Dekat dengan Kerajaan Mataram Islam

PRIBADI WICAKSONO

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."