Cara Sri Suparni Bahlil Kenalkan UMKM Melalui Dewan Kerajinan Nasional, Mulai dari Diri Sendiri

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Pengurus Dekranas, Sri Suparni Bahlil usai ditemui di acara konferensi pers Modest Fashion and Womenpreneur Summit 2024, Kamis, 1 Februari 2024 di Jakarta/Foto: CANTIKA/Ecka Pramita

Pengurus Dekranas, Sri Suparni Bahlil usai ditemui di acara konferensi pers Modest Fashion and Womenpreneur Summit 2024, Kamis, 1 Februari 2024 di Jakarta/Foto: CANTIKA/Ecka Pramita

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaProduk lokal Indonesia yang dipopulerkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) semakin hari semakin dikenal mancanegara. Tantangannya ialah bagaimana produk lokal bisa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. 

Kondisi tersebut disampaikan Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Sri Suparni Bahlil. Menurut dia, kita harus bangga memakai produk lokal seperti yang selama ini menjadi tagline Cinta Produksi Indonesia yang tentu juga bisa mengangakt kearifan lokal dari berbagai daerah. 

"Caranya mulai dari diri sendiri dengan memakai dan membeli produk Indonesia gitu, kan. Saya sering menyempatkan waktu untuk kunjungan ke daerah-daerah khususnya binaan Dekranas. Kami fokus pada pendampingan dan pembinaan para pelaku UMKM," ucapnya kepada CANTIKA usai ditemui di acara konferensi pers Modest Fashion and Womenpreneur Summit 2024, Kamis, 1 Februari 2024 di Jakarta.

Salah satu kegiatan terbaru yang langsung berada di wilayah kerja Manajemen Usaha Dekranas ialah Kriya Nusa yang menampilkan produk UMKM lokal dari seluruh Indonesia pada Oktober 2023 lalu di Jakarta Convention Center (JCC). "Dari acara Kriya Nusa nilai transaksinya bisa mencapai hampir 20 Milyar," ucap istri Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia ini. 

Sri Suparni berharap event besar itu bisa menjadi role model event yang sama. Tentunya setiap produk lokal yang dipamerkan telah melalui proses kurasi. "Nah, itu pentingnya ada organisasi atau wadah yang bernama Dekranas. Itu karena setiap kegiatan ada pendampingnya, bisa dari fashion designer untuk menilai layak atau tidak layak untuk dipamerkan dan dijual, gitu," imbuhnya. 

Suka Mengenakan Produk Lokal 

Menyinggung bangga produk lokal, Sri Suparni mengaku suka mengenakan wastra Nusantara seperti yang sedang dikenakannya yakni atasan blouse dari kain tenun Makassar. "Memang ya, kain kalau sudah dipegang fashion designer jadinya semakin cantik," puji Sri Suparni yang juga menyukai kain batik dan songket. 

Saking menggemari produk lokal, Sri Suparni mengaku isi lemarinya didominasi karya UMKM, termasuk tas dan baju. "Saya bukan tipe yang menyukai merek tertentu, tetapi yang nyaman dan impresif saat melihatnya. Masalah merek itu nomor sekian, terpenting kualitasnya dan tentu saja buatan karya anak bangsa," ujar Sri seraya menunjukkan tas bergambar peta Indonesia buatan produk lokal.

 Pilihan Editor: Tips Penting untuk Pengusaha, Cara Agar Produk Lokal Dilirik Brand Internasional

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."