5 Makanan Ini Tidak Boleh Dicampur dengan Susu, Berefek pada Masalah Pencernaan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi susu. Foto: Pixabay.com/pezibear

Ilustrasi susu. Foto: Pixabay.com/pezibear

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tahukah Sahabat Cantika, kombinasi makanan yang salah bisa menyebabkan masalah pencernaan atau usus. Pakar Ayurveda, Dokter Rekha Radhamony mengatakan susu pada umumnya merupakan makanan berat yang menyebabkan tubuh menjadi tidak seimbang menurut Ayurveda. 

"Jika Anda memiliki masalah pencernaan sebaiknya dihindari. Jika Anda mengonsumsi susu, minumlah tanpa menambahkan apa pun, rebus dan cerna dengan baik. Cobalah susu kambing yang bisa menenangkan usus," kata Rekha Radhamony.

Berikut lim makanan yang tidak boleh Anda konsumsi dengan susu karena bisa menyebabkan masalah pencernaan

1. Susu dan pemanis yang tidak dimurnikan 

Anda mungkin pernah melihat influencer merekomendasikan pemanis buatan yang tidak dimurnikan sebagai pengganti gula untuk teh, dan itu tidak aman bagi pencernaan. Gunakan gula batu sebagai gantinya.

2. Susu dan buah asam

Salah satu teks Ayurveda menyebutkan kombinasi susu dan buah asam sama sifatnya dengan racun bagi usus dan harus dihindari dengan cara apa pun.

3. Susu dan non-sayuran

Ini adalah salah satu kombinasi yang dikatakan menyebabkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan penyakit gastroenterologis lainnya menurut Ayurveda.

4. Susu dan garam laut

Ini adalah kombinasi yang umum digunakan dalam pancake dan roti. Penggunaan jangka panjang menyebabkan gangguan pencernaan. Jika harus menambahkan garam, gunakan garam batu saja

5. Susu dan gram hijau

Kacang hijau dicampur dengan susu bukan kombinasi yang ramah terhadap usus.

Pilihan Editor: Cara Membuat Teh Susu di Rumah

HINDUSTAN TIMES 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."