Salah Pilih Bahan Detergen Celana Dalam Bisa Sebabkan Masalah Hormon bagi Wanita

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi wanita memilih pakaian dalam atau lingerie. shutterstock.com

Ilustrasi wanita memilih pakaian dalam atau lingerie. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO, sejak tahun 1990 hingga 2021, terdapat 1 dari 6 populasi orang dewasa di dunia mengalami infertilitas. Berbagai sumber memaparkan bahwa penurunan kualitas sperma dan sel telur ini tidak bisa dilepaskan dari paparan radiasi elektronik dan bahan kimia pada tubuh manusia, terutama dari produk rumah tangga yang digunakan sehari-hari seperti kemasan makanan, produk perawatan diri, dan produk pembersih.

Produk-produk tersebut mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan hormon atau biasa disebut Endocrine-Disrupting Chemicals (EDC). Salah satu produk pembersih yang banyak meninggalkan jejak EDC adalah deterjen pada pakaian dalam, khususnya celana dalam.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dokter Raumanen Lingkan mengatakan pentingnya kesadaran tentang pengaruh EDC terhadap hormon perempuan dan pengaruhnya terhadap kesehatan seksual dan reproduksi.

Co-founder Filmore Pharma, Gitta Amelia (kanan), bersama dengan Spesialis Dermatologi dan Venerologi Dokter Ruri D. Pamela (tengah), dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dokter Raumanen Lingkan di acara peluncuran Laundry Lab oleh Filmore Pharma, Kamis, 7 Desember 2023 di Jakarta/Foto: CANTIKA/Ecka Pramita

"Penggunaan deterjen yang mengandung EDC secara terus menerus—terutama pada pakaian dalam—diasosiasikan dengan penurunan tingkat kesuburan dan gangguan hormon pada bayi dan ibu hamil seperti kehamilan anggur, kelahiran prematur, dan keguguran," ucap Dokter Raumanen di acara peluncuran Laundry Lab oleh Filmore Pharma, Kamis, 7 Desember 2023 di Jakarta. 

Dilandasi oleh isu ini, Filmore Pharma, perusahaan kesehatan perempuan dan area intim, merilis deterjen pakaian dalam bernama Laundry Lab yang aman bagi hormon seksual dan reproduksi perempuan. Selain tidak mengandung bahan kimia pengganggu hormon seperti Formaldehyde, Phthalates, NPEs, Dioxin dan Paraben, deterjen ini menggunakan teknologi Lacto Eco EnzymeTM yaitu formula ramah lingkungan terbuat dari fermentasi jeruk, tomat, dan legum. 

Lacto Eco EnzymeTM efektif membersihkan kotoran berbasis protein dan lemak seperti noda darah menstruasi dan lendir keputihan yang mengandung bakteri. Formula Lacto Eco EnzymeTM ini dirancang agar tidak mengganggu keseimbangan pH area intim, lebih cepat membersihkan noda dan lebih lembut untuk kulit dan area intim dibandingkan deterjen biasa.

Co-founder Filmore Pharma, Gitta Amelia mengatakan melalui uji panel yang telah diadakan sebelumnya, Filmore Pharma mengklaim bahwa kebiasaan mencuci celana dalam langsung setelah digunakan dengan Laundry Lab dapat mencegah keputihan dan infeksi area intim lainnya yang disebabkan oleh sabun atau SLS yang berasal dari deterjen konvensional yang biasanya menempel di kain. 

"Deterjen konvensional juga menjadi salah satu penyebab celana dalam mudah robek karena reaksi kimia dari cairan vagina dengan sabun, sehingga deterjen berbasis enzim Landry Lab ini juga dapat menjadi solusi “celana bolong” yang sering dihadapi oleh perempuan," ucap Gitta. 

Pilihan Editor: Sebab Celana Dalam Wanita Lebih Cepat Tipis dan Berlubang, Ini Penjelasan Ahli

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."