4 Fakta Menarik Coldplay yang Perlu Kamu Ketahui

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Chris Martin bersama anggota band Coldplay menghibur penonton saat tampil di Rose Bowl Stadium di Pasadena, California, AS, 30 September 2023. Kehadiran Coldplay di Jakarta disambut antusias oleh penggemar, karean ini merupakan pertama kalinya mereka bertandang ke Indonesia. REUTERS/Mario Anzuoni

Chris Martin bersama anggota band Coldplay menghibur penonton saat tampil di Rose Bowl Stadium di Pasadena, California, AS, 30 September 2023. Kehadiran Coldplay di Jakarta disambut antusias oleh penggemar, karean ini merupakan pertama kalinya mereka bertandang ke Indonesia. REUTERS/Mario Anzuoni

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Pekan depan, band rock asal Inggris, Coldplay akan 'menggoncangkan' Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Dalam rangkaian tur dunia bertajuk Music of the Spheres, Coldplay bakal menghibur Coldplayers Indonesia pada Rabu, 15 November 2023. Sebelum menyambut kedatangan band yang digawangi Jonny Buckland, Chris Martin, Guy Berryman, dan Will Champion di Indonesia, yuk ketahui empat fakta menarik Coldplay yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Berawal dari Teman Kuliah

Band yang dibentuk pada tahun 1997 ini ternyata memiliki cerita menarik di balik pembentukannya. Berawal dari Chris Martin (vokal dan piano) bertemu dengan Jonny Buckland (gitar) di Universitas Collage London pada tahun pertama kuliah pada 1996. Keduanya mulai akrab, lalu menulis dan latihan lagu bersama setiap malam.

Kemudian Guy Berryman (bass) bergabung bersama keduanya dan membuat sejumlah lagu meski tanpa ada yang bermain drum. Awalnya, band trio ini menamai diri sebagai Big Fat Noises. Lalu pada 1998, Will Champion melengkapi band dengan keahlian drumnya.

Setelah personil lengkap sebagai band, keempatnya mulai tampil di beberapa panggung dengan nama band Starfish. Pada tahun 1998, band ini merilis sebuah lagu berjudul Safety yang dibantu oleh teman lama Martin, yaitu Phill Harvey selaku manajer baru mereka.

2. Inspirasi Nama

Nama Coldplay akhirnya menjadi nama resmi band yang digagas oleh Martin dan kawan-kawan berkat salah satu teman di kampus mereka, Tim Crompton yang juga membentuk sebuah band bersama teman sekolahnya.

Di suatu waktu, Tim sedang bosan menunggu mobil yang akan menjemputnya, lalu dia membaca buku karya Philip Horky berjudul Child’s Reflection, Cold Play. Itulah yang menginspirasi Tim mengusulkan nama Cold Play untuk band-nya. Tapi, rekan band Tim menolak nama itu, sehingga usulan tersebut gugur dan Starfish (nama band Coldplay dulu) dengan senang hati mengadopsi Coldplay sebagai nama band baru mereka hingga hari ini.

3. Debut dan Raih Sejumlah Prestasi

Pada tahun 1999, Coldplay resmi mengikat kontrak dengan Parlophone dan merilis album debut  bertajuk Parachutes di tahun 2000. Salah satu lagu mereka, Yellow, disukai oleh pendengar setianya, sehingga nama mereka naik dan Coldplay berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi.

Prestasi yang berhasil Coldplay raih diraih berkat lagu Parachute adalah British Album of The Year pada Brit Award, Best Alternative Music Album pada Grammy Award, dan memasuki salah satu nominasi Mercury Prize di Grammy Award.

Kemudian, berbagai album lainnya rilis dan Coldplay sukses raih penghargaan seperti Record of The Year bersama album A Rush of Blood to The Head, Best Rock Album (X&Y), Best Selling of Their Respective Years (Viva la Vida or Death dan All His Friend).

4. Tur Dunia yang Ramah Lingkungan

Saat rilis album kedelapan, Everyday Life pada 2019, Martin mengatakan bahwa Coldplay tidak akan menjalankan tur dunia hingga mereka dapat memastikan bahwa konser mereka ramah lingkungan. Kemudian, setelah masa pandemi COVID-19 berakhir, Coldplay mulai menampilkan album kesembilan mereka, Music of the Spheres dan mengumumkan tur dunia yang dimulai sejak 18 Maret 2022.

Sesuai dengan perkataan Chris Martin, konser Coldplay diatur agar ramah lingkungan. Contohnya, terdapat beberapa fitur di area konser yang membantu lingkungan, seperti sepeda statis yang dapat dikayuh penonton sebagai sumber listrik selama konser berlangsung. Lalu, ada lantai dansa kinetik yang dapat menghasilkan listrik berdasarkan lompatan penonton.

Bahan panggung konser Coldplay diklaim terbuat dari bahan dasar bambu dan baja daur ulang yang rendah karbon. Begitu pula bahan dekorasi konser adalah bahan yang bisa didaur ulang. Setiap pengunjung yang hadir akan dipinjamkan gelang LED yang terbuat dari bahan nabati yang dapat dikomposkan.

Coldplay juga bekerja sama dengan Yayasan lingkungan dunia, One Tree Planted, sehingga satu tiket yang terjual itu berarti akan ada satu tanaman yang ditanam untuk reboisasi. Lalu, kembang api dan confetti yan dipakai juga terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Bahkan Coldplay juga menaiki pesawat dengan bahan bakar yang ramah lingkungan.

Pilihan Editor: Cerita Seru Dira Sugandi Dadakan Tampil di Konser David Foster

ANNISA YASMIN

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."