Tips Memulai Perawatan Luka, Jangan Lupa Cuci Tangan Dulu

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi bekas luka. Shutterstock

Ilustrasi bekas luka. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaLuka kerap dialami anak atau bahkan anggota keluarga lain, ketika mereka sedang beraktivitas. Pakar kesehatan  Gia Pratama mengingatkan ketika seseorang akan melakukan perawatan pada luka terbuka. I mengatakan sebaiknya seseorang memastikan kondisi tangannya bersih dengan mencucinya terlebih dulu dengan air. Setelahnya, periksa ada atau tidaknya pendarahan. "Lihat ada pendarahan atau tidak. Kalau ada, segera tutup jangan sampai mengalir terus (darahnya). Kalau terus mengalir bawa ke rumah sakit, biasanya langsung dijahit," kata Gia dalam Press Conference Be The Unstoppable Family with Betadine!" di Jakarta, Selasa 11 Juli 2023.

Sebaiknya bersihkan luka dengan air mengalir. Antiseptik juga bisa digunakan, misalnya yang berbahan dasar povidone iodine karena diketahui mencegah terjadinya infeksi pada luka sekaligus cairan pembersih sebelum tindakan medis. "Pada luka, yang rusak itu kulit, sehingga benteng terbuka, bakteri gampang masuk. Itulah gunanya antiseptik, mencegah bakteri tembus," ujar Gia.

Povidone iodine juga diketahui memiliki efektivitas tinggi dan kompatibilitasnya pada kulit bagus sehingga hanya melindungi tidak membuat sel sehat menjadi iritasi. "Tujuan merawat kulit yang luka agar sel-sel bisa beregenerasi menjadi sel baru, tidak terganggu bakteri," begitu dr. Gia menjelaskan.

Gia Pratama pun menyarankan agar tidak perlu menutup luka, semisal dengan plester khusus luka, selama 24 jam. "Ditutup tidak mesti 24 jam. Kalau tidak terekspos boleh dibuka. (Ditutup agar) jangan basah kena air karena di dalam air ada bakterinya," ujar dia dalam "Press Conference Be The Unstoppable Family with Betadine!" di Jakarta, Selasa 11 Juli 2023.

Menutup luka membantu menjaga area kulit yang terluka lembab yang mempercepat pemulihan. Namun bukan berarti seseorang harus terus mengenakan perban atau plester luka dan tidak melepasnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan untuk melepas perban lama dan memeriksa tanda-tanda infeksi setiap 24 jam. Orang-orang juga diingatkan agar menjaga luka tetap kering selama penyembuhan.

Pilihan Editor: Agar Luka Cepat Sembuh, Penting Konsumsi Banyak Protein

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."