Sederet Bahaya Makan Telur Mentah yang Perlu Kamu Tahu, Kata Dokter

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi telur mentah. Foto: Freepik.com

Ilustrasi telur mentah. Foto: Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Berkat segudang manfaatnya untuk kesehatan, telur adalah pilihan hidangan yang populer dan bisa diolah dengan cara direbus, sebagai isian, orak-arik, atau sebagai telur dadar. Di sisi lain, beberapa orang yang juga makan telur mentah, terutama putih telur, untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Apakah itu aman dari segi kesehatan?

Menurut Karishma Shah, ahli gizi dan pelatih kesehatan integratif asli India, meskipun putih telur sebagian besar mengandung protein, dan kuning telur mengandung protein dan lemak baik, tak disarankan makan telur mentah.

"Itu salah karena putih telur mentah dapat menyebabkan salmonella, penyakit bakteri umum yang mempengaruhi saluran usus. Dianjurkan untuk memasak telur karena mencegah masalah tersebut serta meningkatkan pencernaan," ujar Shah dikutip dari laman Indian Express, Selasa, 6 Juni 2023.

Sependapat dengan Shah, N Lakshmi, Ahli Gizi Senior, Rumah Sakit Kamineni, Hyderabad, India mengatakan bahwa mengonsumsi telur mentah, terutama bagian putihnya, juga dapat menyebabkan kondisi yang disebut egg-white injury, atau defisiensi biotin.

“Putih telur mentah mengandung protein yang disebut avidin yang mencegah tubuh menyerap biotin, vitamin B. Ini dapat menyebabkan kekurangan biotin dan menyebabkan gejala yang berbeda, ”katanya.

Baca juga: 6 Fakta Soal Telur, Bisa Bisulan dan Penyimpanan Terbaik?

Sementara itu, Nidhi Gupta, ahli gizi olahraga, juga mengunggah ke akun media sosialnya dan menulis, “Putih telur mengandung anti nutrisi yang disebut avidin. Avidin mengikat biotin vitamin B, mencegah penyerapannya. Jadi, tidak boleh dikonsumsi mentah. Ini disebut cedera putih telur.”

Ditambahkannya, karena konsumsi telur mentah yang berlebihan, terutama putih telur, protein avidin (anti nutrisi) berikatan dengan biotin dan menonaktifkannya.

“Putih telur yang dimasak ditemukan tidak beracun karena avidin mudah panas dan mendidih menonaktifkan avidin. 1 molekul avidin mengikat 4 molekul biotin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gupta menceritakan bahwa kekurangan bisa disebabkan oleh konsumsi putih telur mentah selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. “Putih telur mengandung avidin tingkat tinggi, protein yang mengikat biotin dengan kuat. Saat dimasak, avidin sebagian terdenaturasi dan ikatan dengan biotin berkurang. Kekurangan biotin adalah kelainan nutrisi yang bisa menjadi serius, bahkan fatal, jika dibiarkan berkembang tanpa diobati.”

Maka dari itu, dia menyarankan untuk memasak telur sampai matang sebelum dikonsumsi. Selain itu, mengonsumsi putih telur mentah tidak dianjurkan karena potensi risiko penyakit bawaan makanan.

Makan telur mentah bisa mengandung bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Memasak telur menghilangkan bakteri berbahaya tersebut, meminimalkan risiko infeksi. Selain itu, memasak juga mengubah protein yang ada dalam putih telur, mengurangi kemungkinan memicu reaksi alergi. Individu dengan sindrom cedera putih telur harus benar-benar menghindari putih telur mentah untuk mencegah reaksi alergi dan memastikan keamanannya.

Pilihan Editor: 7 Kesalahan Umum saat Menyimpan Telur 

INDIAN EXPRESS

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."