Rumus Manajemen Waktu Direktur PT SMI, Sylvi J. Gani: Jangan Ngotot

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Sylvi J. Gani Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri

Sylvi J. Gani Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri

IKLAN

bCANTIKA.COM, Jakarta - Perempuan bekerja maupun ibu rumah tangga punya tantangan yang sama dalam manajemen waktu. Hal itu pun dialami Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Sylvi J. Gani sebagai perempuan bekerja. Dia merasakan betul perjuangan membagi waktu 24 jam untuk keluarga, pekerjaan, teman hingga dirinya sendiri alias me time.

Dalam manajemen waktu, menurut ibu dua putri itu, kuncinya bukan keseimbangan, melainkan mengatur waktu sesuai kemampuan diri, jangan memaksakan diri.

"Jadi perempuan, kita harus mikirin keluarga, pekerjaan, dan diri sendiri. Tapi kita harus sadar, waktu kita sedikit dan sudah terbagi-bagi. Jangan ngotot bahwa work balance itu harus tercapai, enggak," jelasnya dalam Ngopi Podcast bertajuk Women's High Tea Talks Women in Development di Instagram Live Tempodotco pada Jumat sore, 17 Maret 2023.

"Kita harus manage (atur waktu) dengan baik. Kalau kita Senin sampai Jumat harus pulang malam, ya, Sabtu dan Minggu kita manfaatkan dengan baik bersama keluarga. Jadi, pada saat saya harus memprioritaskan pekerjaan, saya harus memprioritaskan pekerjaan, pada saat saya harus memprioritaskan keluarga, saya harus memprioritaskan keluarga," lanjutnya. 

Tapi lain ceritanya, lanjut Sylvi, jika akhir pekan juga diisi dengan pekerjaan, sebaiknya ditinjau kembali pilihan karier tersebut. Sebab tak ada ruang untuk keluarga, teman ataupun bersenang-senang dengan diri sendiri yang berdampak buruk dalam kesejahteraan dan kesehatan mental.

"Bener tidak pekerjaannya, tujuh hari dalam seminggu kita pakai untuk pekerjaan semua," imbuhnya.

Mengenalkan Anak-anak pada Lingkungan Kerja

Sebagai ibu yang bekerja di luar rumah, tantangan lain untuk Sylvi adalah jauh dari kedua putrinya. Tentu ini bukan hal yang mudah kala buah hatinya masih kanak-kanak, apalagi sakit. Dia menyadari betul pentingnya sistem pendukung atau support system seperti suami dan orang tuanya. Jadi, kedua putrinya tetap di bawah pengawasan keluarga.

Meski percaya penuh pada keluarga yang berada di rumah, Sylvi tak pernah melewatkan menghubungi anak-anaknya. Tujuannya tetap menjaga ikatan alias bonding ibu dan anak.

"Komunikasi harus jalan terus. Dulu smsan waktu anak-anak masih kecil, sekarang whatsapp, video call," tuturnya. Diketahui anak sulung Sylvi berkarier di bidang desain grafis, sementara si bungsu masih kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain tak menutup komunikasi, Sylvi juga kerap mengenalkan anak-anaknya pada lingkungan pekerjaannya. Supaya mereka melihat apa yang dilakukan Sylvi di luar rumah, dan menjadi bagian tak terpisahkan.

"Mereka harus familiar dengan apa yang kita kerjakan. Kadang-kadang anak jemput saat saya pulang kerja. Jadi mereka tahu dengan lingkungan kerja saya, teman-teman saya. Kalau kita pulang malam, tetap harus ditelepon, ditanyain (anak-anak)," tukasnya.

Me Time ala Sylvi J. Gani

Setiap perempuan punya cara tersendiri dalam menikmati waktu berkualitas untuk diri sendiri alias me time untuk merilis stres. Selain bersepeda di akhir pekan, membuat kue (baking) termasuk cara Sylvi menghilangkan stres. Kesenangannya membuat kue berawal dari kegemarannya menyantap makanan manis.

"Masak menghilangkan stres. Masak dan baking. Saya suka bikin keik. Saya suka coba resep baru," tuturnya bersemangat.

Sylvi mengaku sewaktu masa bekerja dari rumah di awal Pandemi Covid-19, dia mengikuti kursus memasak di akhir pekan. Dia menghimpun resep-resep keik yang disukainya dan dibuat kala waktu senggang.  "Cuma ngumpulin, kalau ada waktu baru saya coba (buat kue)," ucapnya.

Menurut dia, kegembiraannya membuat kue juga terpengaruh latar pendidikan S1-nya, yakni teknik kimia. "Seneng campur-campur dan buat sesuatu," tandas Sylvi J. Gani.

Saksikan tayangan Women's High Tea Talks: Women in Development berikut:

Pilihan Editor: Jadi Direktur Perempuan Satu-satunya di PT SMI, Begini Cara Sylvi J. Gani Memimpin

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."