Ketahui Manfaat Bermain bagi Anak, Problem Solving dan Kecerdasan Emosional

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi anak perempuan sedang bermain dengan anjing peliharaannya. Foto: PIxabay.com/Pexels

Ilustrasi anak perempuan sedang bermain dengan anjing peliharaannya. Foto: PIxabay.com/Pexels

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta -  Tahukah kamu jika manfaat bermain bagi anak menjadi salah satu bentuk stimulasi yang diperlukan bagi anak-anak, di bawah usia enam tahun, agar maksimal pertumbuhannya. Pernyataan itu diungkapkan oleh psikolog pendidikan dari Rumah Dandelion, Binky Paramita  di acara Blibli Playdate Sahabat Ibu Pintar x Rumah Dandelion di Jakarta.

"Manfaat bermain bagi anak-anak sangat besar karena dapat memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan skill-skill yang kelak dibutuhkan dalam kehidupan di masa yang akan datang," kata Binky.

Dalam bermain, anak-anak sejatinya tengah berlatih problem solving atau memecahkan masalah saat menghadapi kesulitan. "Dalam permainan, kadang anak dihadapkan untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi, kadang anak kalau main sama teman suka diskusi kadang juga berdebat," kata Binky.

Selain itu, bermain juga diyakini bisa mengembangkan rentang konsentrasi di mana kemampuan sensor motorik, logika berpikir serta rentang konsentrasi turut dilatih. Binky mencontohkan saat anak bermain lego maka itu bisa menjadi sarana melatih motorik halus dan saat anak berlarian maka saraf-saraf motorik kasar turut diolah.

Bukan hanya itu, kecerdasan emosional melalui komunikasi dan interaksi bersama teman turut dilatih lewat situasi permainan.

Sementara itu, pakar kesehatan anak sekaligus asisten pengajar pediatrik di Harvard Medical School Claire McCarthy, MD menjelaskan bahwa lebih dari satu juta sambungan saraf baru dibuat di otak dalam beberapa tahun pertama kehidupan.

"Membentuk koneksi saraf ini membuatnya lebih efisien. Proses-proses tersebut nantinya akan membangun otak dan membantu memandu bagaimana fungsinya selama sisa hidup anak itu," tulis dia dalam publikasi Harvard Health pada Kamis, 2 Februari 2023. 

Saat anak-anak diajak bermain sehingga mereka bereaksi dan berinteraksi satu sama lain dengan cara yang penuh kasih maka blok otak yang sehat dan anak yang bahagia akan memiliki kesempatan lebih baik untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat, bahagia, kompeten, dan sukses.

Baca: Pakar Pendidikan Ungkap Pentingnya Bermain untuk Perkembangan Emosi Anak

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."