Masalah Kesehatan Mental Bukan untuk Romantisasi dan Aktualisasi Diri

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi ponsel dapat meningkatkan depresi. theconversation.com

Ilustrasi ponsel dapat meningkatkan depresi. theconversation.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Jamak kita menyaksikan masalah kesehatan mental diglorifikasi dan diromantisasi, khususnya di jagat media sosial. Lantas sebaiknya bagaimana agar tidak berlarut dan segera mendapat penanganan? 

Langkah terbaik untuk mengatasi masalah kesehatan mental adalah mencari bantuan, bukan dengan meromantisasi hal tersebut untuk mendapatkan atensi lebih besar dari orang lain, kata psikolog klinis Tara Adhisti de Thouars dari Universitas Indonesia.

Tara mengatakan bahwa di tengah tuntutan hidup yang serba tinggi terkadang ada orang-orang yang menambahkan tuntutan itu dengan menekan diri sendiri terlalu berlebihan, mengkritik diri, dan membandingkan dengan orang lain. "Hal ini malah membuat kondisi mental yang sedang bermasalah menjadi lebih buruk," kata Tara.

Ia menjelaskan faktor kehadiran media sosial era ini turut mendorong seseorang untuk lebih menonjol sebagai ajang aktualisasi diri. Banyak orang lantas berupaya tampil habis-habisan agar terlihat berbeda demi konten di media sosial 

Padahal menurut Tara ada banyak cara positif yang bisa dilakukan seseorang untuk menjadi berarti atau dilihat orang lain tanpa harus merugikan diri sendiri. "Saya merasa sosial media membuat generasi muda saat ini merasa harus stand out, terutama Gen-Z atau remaja yang masih butuh pencarian identitas diri," kata Tara.

Tara mengingatkan bahwa apa yang dilihat di media sosial biasanya hanya memperlihatkan sisi yang bagus saja. "Mungkin beberapa orang bisa jadi stand out-nya tidak dengan cara yang tepat," kata Tara.

Self-awareness atau kesadaran dalam memahami diri sendiri, lanjut Tara, merupakan langkah awal guna menghindari masalah mental. Hal ini mencakup kemauan seseorang untuk melihat kondisi tubuh dan mental serta segera melakukan sesuatu bila menemukan masalah agar tidak bertambah parah.

"Itu sebabnya penting ada momen untuk take a break dulu untuk benar-benar secara objektif melihat apakah 'saya harus seperti ini atau tidak ya?', 'Ini berlebihan atau tidak sih?',  'Tubuh saya masih bisa menerima ini atau jangan-jangan sudah kelelahan?' Kalau memang rasanya sudah merugikan diri sendiri maka lakukan sesuatu," tutup Tara.

Baca: Alasan Mengapa Kesehatan Mental Bisa Pengaruhi Kesehatan Kulit

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."