Merry Riana bagi 3 Kunci Sukses Membangun Personal Branding di Media Sosial

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Merry Riana, Motivator Wanita saat menghadiri press screening film My Idiot Brother di Jakarta, 29 September 2014. Merry Riana berperan sebagai dirinya sendiri dan menjadi tokoh Cameo. TEMPO/Nurdiansah

Merry Riana, Motivator Wanita saat menghadiri press screening film My Idiot Brother di Jakarta, 29 September 2014. Merry Riana berperan sebagai dirinya sendiri dan menjadi tokoh Cameo. TEMPO/Nurdiansah

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - "Branding" atau dikenal juga dengan pencitraan ternyata tidak hanya berguna untuk sebuah brand mengembangkan bisnis, di era digital kini personal branding juga menjadi penting untuk menunjukkan identitas seseorang di dunia virtual bahkan bisa membuat perubahan lebih pengenalan dirinya.

Motivator sekaligus pengusaha Merry Riana membagikan kunci sukses personal branding untuk masyarakat umum sehingga bisa lebih mahir memanfaatkan momentum transformasi digital.

"Kuncinya yang pertama yaitu clarity. Jadi bukan cuma hubungan yang butuh kejelasan, tapi hidup juga. Personal branding itu butuh kejelasan. Kita harus bisa menggambarkan siapa saya, menggambarkan diri kita yang otentik. Tidak kepo dengan orang lain dan menggali potensi diri sendiri," kata Merry dalam acara bincang literasi digital "Personal Branding di Era Digital" dalam Indonesia Makin Cakap Digital 2022 di Jakarta International Stadium Jakarta Utara, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Agar seseorang bisa sukses memberikan pencitraan di ruang digital, otentisitas diperlukan agar ia tidak terbawa arus atau tren semata. Dengan menjaga otentisitas maka kehadiran seseorang di ruang digital pun menjadi berdampak baik bahkan bisa memengaruhi orang lain untuk berubah ke arah yang positif.

Kunci kedua agar "personal branding" bisa sukses di ruang digital ialah konsistensi. Ketika seseorang dengan tekun dan konsisten menggambarkan citra dirinya maka nantinya ia akan dihargai tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya.

Penulis buku "Mimpi Sejuta Dolar" itu menyebutkan, konsistensi dapat juga dilakukan dengan menunjukkan keunikan seseorang ketika melakukan pencitraan. Karena ketika membangun citra, seseorang tidak terbatas pada hobi atau sifat tapi juga bisa berupa gaya hidup hingga warna favorit.

Ia mencontohkan dirinya sendiri yang kerap menggunakan pakaian bernuansa merah dan kerap membagikan pesan mengenai harapan sehingga kini ia bisa dikenal sebagai motivator sesuai keinginan personal branding-nya.

Terakhir kunci yang ia bagikan agar "personal branding" bisa sukses di ruang digital ialah connectivity. Menurutnya, connectivity itu penting karena seseorang harus bisa melihat bagaimana pencitraannya bisa memberikan impresi kepada orang lain di ruang digital.

"Jadi personal branding itu bukan cuma soal logo dan slogan tapi bagaimana seseorang bisa menciptakan impresi yang ditinggalkan ke orang lain. Itu baru bisa ditemukan jika sudah clarity dan konsistensi dilakukan. Connectivity juga bicara personal interaction dan semuanya bisa dilakukan di semua media sosial," tutupnya.

Baca:  Merry Riana Merambah Bisnis Kuliner, Berawal dari Resolusi Tahun Baru

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."