Bertemu Menlu China Wang Yi, Retno Marsudi Anggun dengan Batik Warna Jingga

mode

Bertemu Menlu China Wang Yi, Retno Marsudi Anggun dengan Batik Warna Jingga

Sabtu, 9 Juli 2022 14:40 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa menteri luar negeri anggota G20 pada Kamis, 7 Juli 2022. Di antara menteri yang melakukan rapat dengan Retno itu adalah Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, Menteri Luar Negeri India Jaishankar, dan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan G.N.M. Pandor.

Delegasi India, Afrika Selatan, dan Cina menyampaikan dukungan penuh bagi keketuaan Indonesia di G20 sampai acara puncak pada akhir tahun. Ketiganya akan mengikuti pertemuan Foreign Ministers' Meeting atau FMM G20 yang dijadwalkan Jumat, 8 Juli 2022.

Menariknya, ada penampilan berbeda dengan Retno Marsudi, jika biasanya ia lebih sering mengenakan busana monokrom atau serbahitam, saat bertemu dengan Wang Yi, Retno tampil etnik. Perempuan kelahiran 27 November 1962 ini nampak cerah dan anggun berbalut busana batik warna jingga dengan motif burung.

Namun, bukan Retno jika tak menghadirkan statement khusus dalam penamplannya. Ia mengenakan blouse degan model bolero yang ditambah aksen necklace menyerupai pita dari kain warna monokrom. Tak lupa ia menambahkan aksesori tambahan berupa anting mutiara warna putih dan silver. 

Dalam pertemuan Retno dengan Menteri Wang Yi, keduanya membahas pentingnya kerja sama antar negara berkembang demi memelihara stabilitas kawasan dan mengatasi isu-isu global, termasuk melalui penguatan kerja sama ASEAN dan RRT. 

Sedangkan dengan Afrika Selatan, Indonesia sepakat untuk lebih meningkatkan lagi volume perdagangan bilateral di masa datang. Selain itu, kedua Menlu menyambut baik telah diselesaikannya pembahasan MoU kerja sama di bidang pertahanan dan perikanan, yang akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Dalam konteks kerja sama multilateral, Menlu RI dan Menlu Afrika Selatan menyepakati pentingnya agar suara negara-negara berkembang dapat lebih di dengar dalam berbagai isu internasional. Hal ini dapat dicapai antara lain melalui forum Gerakan Non Blok (GNB).

Baca: Sri Mulyani dan Retno Marsudi Ngopi Bareng Sebelum Kerja, Friendship Goal