Anak-anak Chelsea Olivia Saling Akur, Simak Tips Mengatasi Sibling Rivalry

Chelsea Olivia bersama kedua buah hatinya, Nastusha Olivia Alinskie dan Dante Oliver Alinskie. Foto: Instagram/@chelseaolivia

keluarga

Anak-anak Chelsea Olivia Saling Akur, Simak Tips Mengatasi Sibling Rivalry

Selasa, 4 Januari 2022 14:10 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, Jakarta - Setiap orang tua pasti mendambakan buah hati mereka bisa saling akur dan menjaga satu sama lain. Hal itulah yang dirasakan oleh Chelsea Olivia, aktris sekaligus ibu dari dua anak Nastusha Olivia Alinskie dan Dante Oliver Alinskie.

Dalam unggahannya di laman Instagram, Chelsea Olivia membagikan momen haru saat memberikan keterangan di foto anak-anaknya. Rasanya terharu melihat mereka berdua saling bergandengan tangan, sang kakak terlihat sangat meyayangi dan melindungi adiknya.

"Ga tahan aku liat tangan mereka gandengan gitu. Banyak yg nanya Nastusha pernah ga sii iri punya adik?? Nggak dia itu sayang banget sama dante,satu2nya orang yg bisa jambak atau ga sengaja kepukul tp Nastusha ga kesel yah cuma kalo yg ngelakuin itu Dante," tulis istri Glenn Alinskie ini. 

Momen kakak adik itu juga tergambar manis saat mereka berfoto memperingati Hari Natal 2021 lalu, dimana mereka kompak mengenakan busana senada warna merah muda bergaris dan topi santa. Begitu pula saat mereka berdua tertidur pulas, Nastusha tampak memeluk sang adiknya penuh kehangatan.

Dalam realita tak jarang antara adik kakak terdapat kecemburuan yang bisa memicu perkelahian atau persaingan. Problem sibling rivalry inilah yang menjadi kekhawatiran bagi hampir semua orang tua dari dua atau lebih anak. Masalah sering dimulai tepat setelah kelahiran anak kedua. Persaingan saudara kandung biasanya berlanjut sepanjang masa kanak-kanak dan bisa sangat membuat frustrasi dan stres orang tua.

Lantas, tips apa yang bisa membantu orang tua untuk mencegah sibling rivalry antara kakak adik, berikut ulasannya.

1. Tetapkan aturan dasar

Beri tahu anak-anak untuk menjaga tangan mereka sendiri dan bahwa tidak ada makian, tidak ada pemanggilan nama, tidak ada teriakan, tidak ada bantingan pintu. Mintalah masukan mereka tentang aturan — serta konsekuensi ketika mereka melanggarnya. Ini mengajarkan anak-anak bahwa mereka bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, terlepas dari situasi atau seberapa terprovokasi perasaan mereka, dan mencegah setiap upaya untuk bernegosiasi mengenai siapa yang "benar" atau "salah".

2. Adil yang proporsional

Jangan biarkan anak-anak membuat Anda berpikir bahwa segala sesuatu harus selalu "adil" dan "sama" — terkadang satu anak membutuhkan lebih dari yang lain.

3. Proaktif

Bersikaplah proaktif dalam memberikan perhatian satu lawan satu kepada anak-anak Anda yang diarahkan pada minat dan kebutuhan mereka. Misalnya, jika seseorang suka keluar rumah, berjalan-jalan atau pergi ke taman. Jika anak lain suka duduk dan membaca, luangkan waktu untuk itu juga.

4. Pastikan anak punya waktu sendiri

Pastikan anak-anak memiliki ruang dan waktu sendiri untuk melakukan hal mereka sendiri — bermain dengan mainan sendiri, bermain dengan teman tanpa ditemani saudara, atau menikmati aktivitas tanpa harus berbagi.

5. Pastikan kebutuhan anak terpenuhi

Tunjukkan dan beri tahu anak-anak Anda bahwa, bagi Anda, cinta bukanlah sesuatu yang datang dengan batasan. Biarkan mereka tahu bahwa mereka aman, penting, dan dicintai, dan bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi.

6. Waktu berkualitas

Bersenang-senang bersama sebagai sebuah keluarga. Baik Anda menonton film, melempar bola, atau bermain papan permainan, Anda sedang membangun cara damai bagi anak-anak Anda untuk menghabiskan waktu bersama dan berhubungan satu sama lain. Ini dapat membantu meredakan ketegangan di antara mereka dan juga membuat Anda tetap terlibat.

Karena perhatian orang tua adalah sesuatu yang diperebutkan banyak anak, kegiatan keluarga yang menyenangkan dapat membantu mengurangi konflik.

Jika anak-anak Anda sering bertengkar tentang hal yang sama (seperti video game atau bermain-main dengan remote TV), buatlah jadwal yang menunjukkan anak mana yang "memiliki" barang itu pada jam berapa selama seminggu.

7. Bicara dari hati ke hati

Jika pertengkaran antara anak-anak usia sekolah Anda sering terjadi, adakan pertemuan keluarga mingguan di mana Anda mengulangi aturan tentang berkelahi dan meninjau keberhasilan masa lalu dalam mengurangi konflik.

Pertimbangkan untuk membuat program di mana anak-anak mendapatkan poin untuk aktivitas berorientasi keluarga yang menyenangkan ketika mereka bekerja sama untuk berhenti berkelahi.

Kenali ketika anak-anak hanya membutuhkan waktu terpisah satu sama lain. Cobalah mengatur tanggal bermain atau kegiatan terpisah untuk setiap anak sesekali.

Baca: Parade Foto Keluarga Natal 2021, dari Chelsea Olivia Hingga Gisella Anastasia

KIDS HEALTH